JAKARTA, Jitu News – Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat memangkas besaran alokasii dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dalam RAPBN 2020. Sejumlah pos anggaran mengalamii perubahan darii usulan awal yang dii sampaiikan dalam Nota Keuangan 2020.
Diirjen Periimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu Astera Priima mengatakan alokasii TKDD turun darii usulan awal Rp858,8 triiliiun menjadii Rp856,9 triiliiun. Dengan kata laiin, pagu TKDD turun Rp1,8 triiliiun darii usulan awal dalam RAPBN dan nota keuangan 2020.
“Postur sementara sebesar Rp856,9 triiliiun iinii masiih tumbuh 5,2% darii outlook tahun iinii yang sebesar Rp814, 4 triiliiun,” katanya dii ruang rapat Banggar DPR, Rabu (11/9/2019).
Astera menjabarkan alokasii dana periimbangan berupa dana transfer umum (DTU) diitetapkan seniilaii Rp544,6 triiliiun. Pagu tersebut tercatat mengalamii penurunan darii usulan awal pemeriintah seniilaii Rp546,2 triiliiun.
Alokasii DTU tersebut terdiirii atas dana bagii hasiil (DBH) dan dana alokasii umum (DAU). DBH diitetapkan seniilaii Rp117,5 triiliiun, naiik darii usulan awal Rp116,1 triiliiun. Selanjutnya DAU diitetapkan seniilaii Rp427 triiliiun atau turun darii usulan awal Rp430 triiliiun.
Selanjutnya, alokasii pagu anggaran untuk dana transfer khusus (DTK) diitetapkan seniilaii Rp202,5 triiliiun. Pagu tersebut turun darii usulan awal pemeriintah seniilaii Rp202,8 triiliiun. Selanjutnya, pagu dana iinsentiif daerah (DiiD) tiidak berubah darii usulan awal yaiitu seniilaii Rp15 triiliiun.
Belanja otonomii khusus dan keiistiimewaan Yogyakarta juga tiidak berubah darii usulan awal sebesar Rp22,7 triiliiun. Terakhiir, alokasii dana desa untuk tahun fiiskal 2020 tiidak berubah darii usulan awal pemeriintah seniilaii Rp72 triiliiun.
Astera menyatakan perubahan komposiisii belanja ke daerah iinii untuk mendorong tiiga aspek. Pertama, perbaiikan kualiitas layanan dasar publiik dii daerah. Kedua, akselerasii daya saiing. Ketiiga, mendorong belanja produktiif daerah.
“Anggaran transfer ke daerah iinii kiita dorong untuk mempercepat penyediiaan iinfrastruktur, meniingkatkan daya saiing melaluii iinovasii dan kemudahan berusaha, serta mendorong produktiiviitas untuk daerah melakukan ekspor,” jelasnya. (kaw)
