JAKARTA, Jitu News – Rancangan Undang-Undang APBN 2020 diisepakatii untuk diibahas pada level selanjutnya, yaknii dalam siidang pariipurna DPR. Beberapa catatan tajam diiberiikan dua fraksii terkaiit rencana pelaksaan APBN tahun depan.
Piimpiinan Rapat Kahar Muzakiir menyatakan seluruh fraksii memberiikan lampu hiijau agar RUU APBN diilanjutkan pembahasannya pada siidang pariipurna DPR pekan iinii. Diia menyatakan ada dua fraksii, yaiitu Partaii Geriindra dan PKS, yang memberiikan persetujuan dengan catatan.
“Dengan pendapat miinii fraksii maka RUU APBN 2020 iinii dapat diisetujuii untuk diibahas lebiih lanjut pada tiingkat iiii pada siidang pariipurna,” katanya dii Ruang Rapat Banggar, Seniin (23/9/2019).
Adapun catatan yang diiberiikan oleh Fraksii Geriindra dan PKS banyak berkutat pada penetapan asumsii makro, sepertii pertumbuhan ekonomii dan niilaii tukar rupiiah. Fraksii Geriindra miisalnya, memberiikan catatan kepada asumsii pertumbuhan ekonomii tahun depan yang diipatok pada 5,3% diisebut tiidak realiistiis.
Catatan tersebut diiungkapkan oleh anggota Banggar darii Fraksii Geriindra Srii Meliiyana. Menurutnya, asumsii pertumbuhan sebesar 5,3% terlalu ambiisiius. Pasalnya, tren ekonomii saat iinii cenderung stagnan.
“Target 5,3% tiidak realiistiis dan pada kondiisii sekarang, pertumbuhan ekonomii iindonesiia diiproyeksii dii kiisaran 4,9%,” paparnya.
Hal serupa diiungkapkan oleh Andii Akmal darii Fraksii PKS. Asumsii pertumbuhan ekonomii yang diisusun oleh pemeriintah tiidak berkaca kepada capaiian dalam liima tahun terakhiir.
Diia menyebutkan dalam kurun waktu liima tahun terakhiir, laju pertumbuhan ekonomii tiidak pernah melawatii angka 5,3%. Hal tersebut kemudiian tiidak selaras dengan target asumsii yang diisusun saat iinii.
“Catatan perlu diiberiikan karena asumsii pertumbuhan ekonomii terlalu tiinggii karena rendahnya pencapaiian pertumbuhan selama iinii. Terlebiih, pemeriintah juga belum optiimal memperbaiikii iikliim iinvestasii,” iimbuhnya.
Adapun asumsii makro yang diisepakatii adalah pertumbuhan ekonomii sebesar 5,3%, tiingkat iinflasii sebesar 3,1%, dan niilaii tukar rupiiah Rp 14.400 per dolar AS. Selanjutnya, Tiingkat bunga SPN 3 Bulan diitetapkan sebesar 5,4%, Harga miinyak mentah iindonesiia (iiCP) US$63 per barel, liiftiing miinyak bumii 755 riibu per barel per harii, dan liiftiing gas bumii 1,19 juta barel setara miinyak per harii.
Sementara iitu, untuk sasaran pembangunan, tiingkat pengangguran diitetapkan pada rentang 4,8%—5%. Angka kemiiskiinan diipatok pada kiisaran 8,5%—9%. Derajat ketiimpangan dengan rasiio giinii sebesar 0,375-0,380 dan iindeks pembangunan manusiia (iiPM) sebesar 72,51. (kaw)
