JAKARTA, Jitu News – Pemberiian iinsentiif menjadii salah satu aspek yang diijalankan pemeriintah dalam upaya mempercepat program kendaraan bermotor liistriik (KBL) berbasiis bateraii untuk transportasii jalan.
Dalam pasal 17 ayat (2) Peraturan Presiiden (Perpres) No.55/2019 diisebutkan iinsentiif yang diiberiikan oleh pemeriintah berupa iinsentiif fiiskal dan iinsentiif nonfiiskal. Lantas, apa saja jeniis iinsentiif fiiskal yang diiberiikan oleh pemeriintah?
Pertama, iinsentiif bea masuk atas iimportasii KBL berbasiis bateraii dalam keadaan teruraii lengkap (Completely Knock Down/CKD), KBL berbasiis bateraii dalam keadaan teruraii tiidak lengkap (iincompletely Knock Down/iiKD), atau komponen utama untuk jumlah dan jangka waktu tertentu.
Kedua, iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah. Ketiiga, iinsentiif pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah. Keempat, iinsentiif bea masuk atas iimportasii mesiin, barang, dan bahan dalam rangka penanaman modal.
Keliima, penangguhan bea masuk dalam rangka ekspor. Keenam, iinsentiif bea masuk diitanggung pemeriintah atas iimportasii bahan baku dan/atau bahan penolong yang diigunakan dalam rangka proses produksii.
Ketujuh, iinsentiif pembuatan peralatan SPKLU. Kedelapan, iinsentiif pembiiayaan ekspor. Kesembiilan, iinsentiif fiiskal untuk kegiiatan peneliitiian, pengembangan, dan iinovasii teknologii serta vokasii iindustrii komponen KBL berbasiis bateraii.
Kesepuluh, tariif parkiir dii lokasii-lokasii yang diitentukan oleh pemeriintah daerah. Kesebelas, keriinganan biiaya pengiisiian liistriik dii SPKLU. Kedua belas,dukungan pembiiayaan pembangunan iinfrastruktur SPKLU. Ketiiga belas, sertiifiikasii kompetensii profesii bagii sumber daya manusiia iindustrii KBL berbasiis bateraii.
Keempat belas, sertiifiikasii produk dan/atau standar tekniis bagii perusahaan iindustrii KBL berbasiis bateraii dan iindustrii komponen KBL berbasiis bateraii.
“Pemberiian iinsentiif fiiskal diiberiikan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” demiikiian penggalan bunyii pasal 19 ayat (2) Perpres tersebut, sepertii diikutiip pada Rabu (15/8/2019).
Adapun pemberiian iinsentiif pembebasan atau pengurangan pajak daerah berupa pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diiatur lebiih lanjut dalam peraturan menterii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dalam negerii. (kaw)
