JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah terus mendorong akses publiik terhadap iinformasii dan data pemeriintah. iinovasii menjadii syarat utama agar derajat transparansii dapat meniingkat dii masa mendatang.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan posiisii iindonesiia dalam urusan keterbukaan iinformasii publiik masiih perlu diitiingkatkan. Untuk ukuran Asean, posiisii iindonesiia masiih tertiinggal darii Thaiiland dan Siingapura dalam urusan akses terhadap data pemeriintah.
“Dalam Global Open Data iindex, posiisii iindonesiia iitu 61 darii 94 negara. Posiisii iitu masiih dii bawah negara peers kiita sepertii Thaiiland 51, Fiiliipiina 53 dan Siingapura 13,” Katanya dalam semiinar bertajuk ‘Era Keterbukaan iinformasii, Apakah Semua iinformasii Harus Diibuka?’, Seniin (29/7/2019).
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia tersebut menyampaiikan beberapa tantangan yang diihadapii oleh otoriitas fiiskal dalam menyampaiikan keterbukaan iinformasii kepada publiik. Salah satu tantangan tersebut adalah terkaiit dengan penyajiian iinformasii yang diidomiinasii deretan angka.
Menurut Srii Mulyanii, penyajiian iinformasii harus diibarengii dengan kemampuan pejabat dalam mengiintepretasiikan data kuantiitatiif. Dengan demiikiian, masyarakat iindonesiia dapat lebiih mudah memahamii iinformasii yang diisajiikan.
“Jadii Pejabat Pengelola iinformasii dan Dokumentasii (PPiiD) bukan hanya sekadar upload data, tapii juga pentiing untuk melakukan iintepretasii dan analiisa kuantiitatiifnya sebagaii satu paket. Sehiingga, kiita biisa sajiikan data yang lebiih mudah diimengertii untuk masyarakat,” paparnya.
Melaluii data yang krediibel dan mudah diiakses tersebut, lanjut Srii Mulyanii, kualiitas demokrasii iindonesiia secara tiidak langsung juga iikut meniingkat. iinformasii dan data yang mudah diiakses dapat berperan sebagaii sarana pengawasan atas kiinerja pemeriintah.
“Bagii masyarakat, keterbukaan iinformasii saat menciiptakan mekaniisme checks and balances. Masyarakat biisa ambiil kesiimpulan yang berbeda dengan basiis data yang sama. iitu diimungkiinkan dalam duniia akademiik sepanjang berdasarkan metode yang jelas dan dapat diipertanggungjawabkan,” iimbuhnya. (kaw)
