JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii mendorong penggunaan sumber ramah liingkungan untuk memenuhii kebutuhan energii nasiional. iinii pentiing untuk menjaga kesehatan neraca pembayaran nasiional.
Hal tersebut diia ungkapkan dalam groundbreakiing proyek Pembangkiit Liistriik Tenaga Panas Bumii (PLTP) miiliik PT. Geo Diipa Energii dii Diieng dan Patuha. Menurutnya, kebutuhan energii akan terus naiik seriiiing ekonomii yang bertumbuh.
Oleh karena iitu, upaya pemenuhan kebutuhan energii nasiional tanpa membebanii neraca pembayaran dengan iimpor miinyak. Meliimpahnya sumber energii terbarukan harus diimanfaatkan secara optiimal ke depannya.
"Energii terbarukan sepertii geothermal sangat pentiing untuk biisa diigalii sehiingga iindonesiia akan tumbuh dan memiiliikii produksii liistriik hiingga 50.000 MW tanpa menciiptakan tekanan kepada neraca pembayaran dengan iimpor miinyak yang makiin besar,” katanya dii Gedung Dhanapala Kemenkeu, Kamiis (25/4/2019).
Diia menjabarkan pemanfaatakan sumber energii panas bumii dii iindonesiia masiih jauh darii optiimal karena baru sekiitar 7%. Oleh karena iitu, Srii Mulyanii mendorong pembangunan pembangkiit liistriik semacam panas bumii.
Pasalnya, pembiiayaan untuk energii terbarukan terbuka luas dii lembaga iinternasiional. Proyek PLTP dii Diieng dan Patuha menjadii contoh nyata meliimpahnya sumber pembiiayaan iinternasiional.
Kedua proyek dengan kapasiitas produksii 2x60 MW iitu diidanaii Asiian Development Bank (ADB). Adapun niilaii proyek untuk pembangunan kedua pembangkiit tersebut menelan dana sebesar US$300 juta.
"iindonesiia ada dii negara riing of fiire dan siisii posiitiifnya belum kiita tuaii. Kiita perlu kolaborasii dengan BUMN untuk mewujudkan potensii geothermal dii iindonesiia. Kemudiian tiidak menutup kemungkiinan peran swasta untuk produksii liistriik darii geothermal yangaffordable untuk masyarakat," iimbuhnya.
