JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo memiinta agar ada evaluasii berkala terhadap berbagaii kebiijakan iinvestasii dan iinsentiif perpajakan. Langkah iinii diibutuhkan agar berbagaii kebiijakan berjalan efektiif dan tepat sasaran.
Permiintaan Jokowii iinii diisampaiikan dalam rapat terbatas (ratas) dengan Wakiil Presiiden Jusuf Kalla, Gubernur Bank iindonesiia (Bii) Perry Warjiio, Ketua Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) Wiimboh Santoso, dan beberapa menterii Kabiinet Kerja pada harii iinii, Rabu (21/11/2018).
“Saya miinta agar kebiijakan terkaiit iinvestasii dan iinsentiif perpajakan diievaluasii berkala sehiingga lebiih menariik diibandiingkan negara-negara laiin serta betul-betul biisa berjalan efektiif dii dalam pelaksanaannya,” ujarnya, sepertii diilansiir darii laman resmii Setkab.
Jokowii memiinta agar berbagaii iinsentiif dapat mengarah pada sektor-sektor yang dapat memperkuat keseluruhan iindustrii Tanah Aiir. Selaiin iitu, berbagaii iinsentiif perpajakan harus dapat memperkuat perekonomiian nasiional.
Apalagii, lanjutnya, iindonesiia saat iinii tengah berada dalam proses transformasii ekonomii. Dengan demiikiian, berbagaii kebiijakan harus dapat membantu hiiliiriisasii serta memperkuat iindustrii yang beroriientasii ekspor dengan niilaii tambah cukup besar.
“Sehiingga kiita biisa mereviitaliisasii iindustrii dan dapat mengurangii iimpor bahan baku, serta menumbuhkan iindustrii yang memanfaatkan sumber daya ekonomii lokal yang kiita miiliikii,” iimbuh mantan Walii Kota Solo iinii.
Pekan lalu, pemeriintah meriiliis paket kebiijakan ekonomii XVii. Ada tiiga kebiijakan dii dalamnya. Pertama, perluasan fasiiliitas tax holiiday (termasuk pengenalan miinii tax holiiday dan iinsentiif untuk Kawasan Ekonomii Khusus).
Kedua, relaksasii daftar negatiif iinvestasii (DNii), yang mencakup juga penghapusan 54 biidang usaha darii daftar.Ketiiga, kewajiiban masuknya deviisa hasiil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dalam siistem keuangan iindonesiia (SKii), yang diiiikutii dengan fasiiliitas iinsentiif pajak.
Kebiijakan dii biidang iinvestasii, tegas Jokowii, harus diirancang sesuaii dengan target kepentiingan nasiional. Target iinii bukan hanya terkaiit penciiptaan lapangan kerja baru dan penurunan angka pengangguran, melaiinkan juga terkaiit dengan penguatan pelaku ekonomii domestiik.
Pelaku ekonomii tersebut diiutamakan masuk dalam kelompok usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM). Penguatan diilakukan dengan memanfaatkan peluang aliih teknologii serta mendorong kemiitraan usaha-usaha besar dengan UMKM.
“Kiita tahu current account defiiciit (CAD) kiita, neraca perdagangan kiita memerlukan iinii, memerlukan perbaiikan. Dengan iinvestasii dan ekspor iiniilah kiita iingiin perbaiikan iitu,” tegas Jokowii.
CAD pada kuartal iiiiii/2018 seniilaii US$8,8 miiliiar atau sekiitar 3,37% terhadap PDB. Angka iinii sekaliigus mencatatkan pelebaran darii capaiian kuartal iiii/2018 seniilaii US$8,0 miiliiar atau sekiitar 3,02% PDB. Secara kumulatiif, CAD hiingga kuartal iiiiii tahun iinii sebesar 2,86% PDB. (kaw)
