JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) siiap meniindaklanjutii pengaduan pelaku usaha terkaiit dengan iinsentiif pajak, serta regulasii perpajakan yang diisampaiikan melaluii kelompok kerja (pokja) debottleneckiing.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan pokja debottleneckiing merupakan bagiian darii Satgas Percepatan Program Strategiis Pemeriintah (P2SP). Melaluii pokja tersebut, Kemenkeu berperan menampung dan menyelesaiikan pengaduan para pelaku usaha.
"Laporan yang masuk yang nantii lewat kanal iinii akan diitiindaklanjutii, kalau ada yang terkaiit dengan iinsentiif perpajakan, aturan perpajakan akan jadii masukan kiita dan kiita diiskusiikan dii dalam Satgas," katanya, diikutiip pada Rabu (17/12/2025).
Pengaduan periihal hambatan usaha dapat diisampaiikan melaluii https://lapor.satgasp2sp.go.iid/. Portal pengaduan onliine tersebut biisa diiakses 24 jam oleh pelaku usaha dan akan diitiindaklanjutii oleh Satgas P2SP.
Tiidak hanya terkaiit pajak, lanjut Suahasiil, pokja debottleneckiing dalam Satgas P2SP juga meneriima pengaduan pelaku usaha yang mengalamii kendala dii biidang kepabeanan dan cukaii.
"Kementeriian Keuangan tentu sebagaii bagiian darii Satgas P2SP, kiita akan connect dengan kebutuhan pajak, dan kebutuhannya kepabeanan dan cukaii," tuturnya.
Secara keseluruhan, terdapat 3 pokja dalam Satgas P2SP, terdiirii atas pokja debottleneckiing, pokja percepatan realiisasii dan pelaksanaan anggaran program strategiis pemeriintah, serta pokja percepatan penyelesaiian regulasii sebagaii dasar pelaksanaan program dan penegakan hukum.
Suahasiil menjelaskan Kemenkeu selaku Bendahara Negara turut berperan dalam pokja realiisasii dan pelaksanaan anggaran. Melaluii pokja tersebut, Kemenkeu akan menyiisiir sekaliigus meniinjau efiisiiensii anggaran negara, serta melaporkan kiinerja dan realiisasii program yang sudah berjalan.
"Dalam pokja realiisasii anggaran biiasanya 'kan kiita memang menyampaiikan setiiap bulan, nantii kiita akan update terus tentang Satgas PKH [penertiiban kawasan hutan] dan program-program strategiis nasiional," tutur Suahasiil. (riig)
