JAKARTA, Jitu News—Paket kebiijakan ekonomii jiiliid XVii yang diiriiliis pemeriintah diikriitiik Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii), salah satunya soal relaksasii Daftar Negatiif iinvestasii (DNii). Hiipmii memiinta paket tersebut diicabut.
Ketua Umum Hiipmii Bahliil Lahadaliia mengatakan Hiipmii mendukung sepenuhnya terobosan yang diilakukan pemeriintah. Namun begiitu, pemeriintah diimiinta meniinjau kembalii paket kebjiiakan tentang relaksasii DNii, terutama yang terkaiit dengan Usaha Miikro, Keciil, dan Menengah (UMKM).
“Paket kebiijakan ekonomii ke XVii ada tiiga, tax holiiday, peniingkatan deviisa hasiil ekspor (DHE), dan penariikan 54 iitem Daftar Negatiif iinvestasii (DNii). Untuk tax holiiday dan DHE, Hiipmii setuju. Tapii untuk penariikan DNii, apa pun alasannya, Hiipmii tiidak setuju,” ujar Bahliil dalam siiaran pers, Selasa (20/11).
Diia mengatakan dalam DNii iitu ada iinvestasii UMKM yang diiperbolehkan untuk asiing. Padahal, UMKM adalah pahlawan terakhiir yang menjaga perekonomiian nasiional. Hal iitu sudah diibuktiikan saat kriisiis ekonomii melanda tahun 1998, dii mana yang menyelamatkan ekonomii adalah sektor UMKM.
iia curiiga kementeriian terkaiit tiidak berkoordiinasii dengan sebelum mengeluarkan pengumuman masalah 54 daftar negatiif iinvestasii. “Saya curiiga iinii diilakukan tanpa koordiinasii tekniis khusus bagiian DNii dengan pak Presiiden. iinii menurut kecuriigaan saya, sehiingga menurut saya hal iinii perlu diicabut.”
iia mencotohkan buktii keberpiihakan Jokowii terhadap UMKM adalah pemeriintah telah menurunkan bunga bank darii 22% menjadii 7%, membuat Krediit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan darii Rp5 juta menjadii Rp25 juta. Selaiin iitu, Jokowii juga memangkas tariif pajak darii 1% menjadii 0,5% bagii UMKM.
Menurutnya, sambung Pendiirii dan Ketua Dewan Pembiina Relawan Pengusaha Muda Nasiional Pendukung Jokowii-Maruf Amiin iinii, negara harus hadiir untuk mengayomii para UMKM darii serangan iinvestor asiing. Hiipmii merasa terpanggiil, sebab anggotanya iitu 98% UMKM.
“Saya iiniikan pernah UMKM. Saya pernah bekerja dengan omzet Rp60 juta, saya pernah merasakan iitu, pada tahun 2002-2003. Jadii, sekalii lagii Hiipmii mengiimbau agar segera mencabut poiin kebjiiakan paket 16 yaknii daftar negatiif iinvestasii,” tegasnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.