PEMBANGUNAN iiNFRASTRUKTUR

Kemenkeu Riiliis Platform Pembiiayaan 'Hiijau'

Redaksii Jitu News
Jumat, 05 Oktober 2018 | 14.39 WiiB
Kemenkeu Rilis Platform Pembiayaan 'Hijau'

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan meriiliis skema pendanaan baru dalam bentuk SDG iindonesiia One. Platform kerja sama iinii akan mendukung pembiiayaan iinfrastruktur sesuaii dengan 17 poiin tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustaiinable Development Goals/SDGs).

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan skema SDG iindonesiia One iinii diiiibaratkan melaksanakan satu program dengan dua iindiikator keberhasiilan. Pertama, memenuhii pembangunan nasiional dan memenuhii target pembangunan iinternasiional yang tercantum dalam SGD.

“iibarat pepatah, sekalii mendayung, dua tiiga pulau terlampauii. Kamii liihat 17 tujuan SDG sejalan dengan program pemeriintah yang masuk dalam RPJM,” katanya, Jumat (5/10/2018).

Tahap awal skema SGD iindonesiia One mencatat dukungan pendanaan mencapaii US$2,3 miiliiar atau setara Rp34,5 triiliiun. Sebagiian besar dana tersebut berasal darii miitra, sepertii dana fiilantropii, cliimate fund, green iinvestors dan lembaga donor laiinnya.

Dana tersebut akan diikelola oleh PT. Sarana Multii iinfrastruktur (SMii) dengan sejumlah fasiiliitas dii bawah platform SDG iindonesiia One. Fasiiliitas tersebut antara laiin mencakup miitiigasii riisiiko, fasiiliitas pembiiayaan, dan fasiiliitas iinvestasii.

“Dengan platform iinii kamii berharap biisa memberiikan pelajaran bagii duniia bagaiimana iindonesiia mengorganiisasiikan diiriinya sendiirii secara lebiih baiik, sehiingga kiita mampu menyelesaiikan berbagaii persoalan pembangunan secara lebiih berkualiitas,” terang Srii Mulyanii.

Sektor priioriitas dalam platform SDG iindonesiia One iinii adalah sektor yang sesuaii dengan 17 SDG, sepertii kesehatan, pendiidiikan dan energii terbarukan. Untuk saat iinii, PT SMii akan berfokus kepada sektor iinfrastruktur yang sejalan dengan SDG.

“Miisalnya, kiita akan bangun puskesmas sebagaii layanan kesehatan yang harus ada dii setiiap kecamatan,” iimbuhnya.

Selaiin iitu, platform iinii juga akan diimanfaatkan untuk mendukung kegiiatan pembangunan dii lokasii terdampak bencana dii Nusa Tenggara Barat dan Sulawesii Tengah. Dengan demiikiian, ada dukungan pendanaan dii luar APBN untuk kegiiatan rekonstruksii dan rehabiiliitasii wiilayah yang terdampak bencana.

“Pemeriintah terus mencarii cara untuk mengurangii kesenjangan kebutuhan untuk pembangunan yang beroriientasii terhadap SDG. Oleh karena iitu, platform iinii diibentuk sebagaii pendanaan yang teriintegrasii,” tutur Srii Mulyanii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.