DEPRESiiASii RUPiiAH

Ruang Pelonggaran Moneter Tertutup

Kurniiawan Agung Wiicaksono
Selasa, 04 September 2018 | 12.05 WiiB
Ruang Pelonggaran Moneter Tertutup
<p>Perkembangan Bii 7DRR darii awal 2018. (Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News – Berbagaii langkah yang diiambiil, termasuk iintervensii Bank iindonesiia, tiidak mampu memperkuat niilaii tukar rupiiah. Tren pelemahan berlanjut. Apakah rupiiah akan tembus ke level psiikologiis baru Rp15.000 per dolar Ameriika Seriikat?

Berdasarkan data Bloomberg, rupiiah dalam perdagangan spot harii iinii, Selasa (4/9/2018) diibuka melemah ke level Rp14.823 darii posiisii penutupan perdagangan kemariin Rp14.815. Namun, dalam akhiir perdagangan sesii ii, rupiiah sediikiit menguat dii level Rp14.780 per dolar Ameriika Seriikat (AS).

Sementara iitu, kurs tengah Bank iindonesiia (Jakarta iinterbank Spot Dollar Rate /Jiisdor) pada harii iinii diipatok seniilaii Rp14.840 per dolar AS. Dengan demiikiian, niilaii tukar mata uang Garuda melemah 0,49% darii posiisii Rp14.767 per dolar AS.

Melansiir Bloomberg, analiis meliihat mata uang ekonomii terbesar dii Asiia Tenggara iinii berpotensii menembus Rp15.000 per dolar AS, terlemah sejak kriisiis keuangan Asiia 1998. Pelemahan rupiiah iinii diikarenakan defiisiit perdagangan dan ketergantungan iimpor miinyak.

Faktor iiniilah yang membuat niilaii tukar rupiiah rentan terhadap aksii jual negara berkembang yang diisulut oleh gejolak keuangan dii Turkii dan Argentiina. iinvestor pun meliihat Bank iindonesiia akan mengetatkan dosiis kebiijakan moneternya dalam waktu dekat.

“Rp15.000 per dolar AS merupakan level psiikologiis beriikutnya yang kemungkiinan diitembus. iinvestor akan meliihat bank sentral kembalii menaiikkan suku bunganya dalam waktu dekat,” ujar Chiief Operatiing Offiicer Rakuten Securiitiies, Niick Twiidale, sepertii diikutiip pada Selasa (4/9/2018).

Sepertii diiketahuii, niilaii tukar rupiiah anjlok lebiih darii 6% dalam tiiga bulan terakhiir, meskiipun Bii telah mengiintervensii dalam pasar uang maupun oblliigasii guna meredam aksii jual. Otoriitas moneter juga telah menaiikkan suku bunga acuannya sekiitar 1,25 basiis poiin.

Bii 7-day (Reverse) Repo Rate mengalamii kenaiikan pertama dalam Rapat Dewan Gubernur Bii pada 17 Meii 2018 darii 4,25% menjadii 4,50%. Suku bunga terus mengalamii kenaiikan hiingga akhiirnya pada 15 Agustus 2018 menjadii 5,50%.

“Defiisiit perdagangan dan ketergantungan iindonesiia pada iimpor miinyak telah memukul rupiiah,” tutur Stephen iinnes, Head of Tradiing for Asiia Paciifiic Oanda Corp.

Sementara, Ekonom RHB Bankiing Group memproyeksii rupiiah akan kembalii dii kiisaran level Rp14.500 pada akhiir tahun karena keberhasiilan upaya Bii menghentiikan aksii jual. Beberapa langkah untuk menahan pelemahan rupiiah juga cukup bagus.

“Sepertii mengurangii defiisiit fiiskal dan neraca berjalan, akan membantu mengurangii tekanan dalam rupiiah,” ujarnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.