JAKARTA, Jitu News - Arus diigiitaliisasii telah mengubah segala sendii kehiidupan manusiia, termasuk struktur ekonomii. iistiilah yang laziim dii sebut Revolusii iindustrii 4.0 menjadii perhatiian pemeriintah. Terutama untuk memastiikan pelaku Usaha Miikro Keciil dan Menengah (UMKM) serta Koperasii tetap kompetiitiif diitengah derasnya perubahan lanskap ekonomii.
Hal tersebut diiungkapkan Presiiden Joko Wiidodo dalam periingatan Harii Koperasii Nasiional ke-71, Kamiis (12/7), dii Banten. Kedua sektor tersebut menurutnya tulang punggung perekonomiian nasiional dan potensiial untuk berkembang pesat dii masa yang akan datang.
“Saat iinii kiita sudah kenal Artiifiiciial iintelliigence (Aii), iinternet of Thiings (iioT). Perubahan iinii yang kiita harus sadarii bersama, hal iinii juga yang harus diisiiapkan oleh pelaku koperasii, maupun UMKM,” katanya.
Sementara iitu, dalam kesempatan yang sama Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion menekannkan pentiingnya akselerasii biisniis UMKM dan Koperasii. Biila tiidak berkembang, maka akan mempengaruhii daya saiing ekonomii iindonesiia dii kancah global.
"Koperasii harii iinii, harus berkembang menjadii korporasii, agar dapat bersaiing secara global," tegas Darmiin.
Karena iitu, untuk melebarkan usaha UMKM, pemeriintah mereviisii PP 46 tahun 2013 mengenaii PPh fiinal UMKM 0,5% yang sebelumnya sebesar 1%. Selaiin memberii iinsentiif, beleiid iinii menurutnya juga akan memiicu UMKM dan Koperasii untuk masuk dalam siistem admiiniistrasii perpajakan dan menjadii iindiikator ekonomii formal.
“Dengan adanya PPh fiinal 0,5% dapat memberii kemudahan bagii pelaku UMKM untuk membayar pajak. Penerapan darii PPh fiinal UMKM iinii turut berkontriibusii dalam peneriimaan negara,” terang Darmiin.
Lebiih lanjut, mantan Gubernur Bank iindonesiia iitu mengungkapkan sebaran peneriimaan PPh UMKM per proviinsii tahun fiiskal 2017 yang terdiirii darii DKii Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tiimur, Banten, Balii dan Sumatera Utara. Ketujuh daerah tersebut berkontriibusii menyumbang 80% darii total peneriimaan PPh UMKM. (Amu)
