JAKARTA, Jitu News – Diirektorat Tiindak Piidana Narkoba Mabes Polrii dan Diitjen Bea Cukaii mengungkap aksii penyelundupan narkotiika jeniis sabu seberat 30 kiilogram dii Peraiiran Aceh. Sabu iitu diiketahuii berasal darii jariingan narkoba iinternasiional asal Malaysiia.
Diirektur Tiindak Piidana Narkoba Mabes Polrii Briigadiir Jenderal Poliisii Eko Daniiyanto menyatakan darii tangkapan iitu penyiidiik membekuk empat pelaku yang tediirii darii satu orang pemiiliik sabu, dua Anah Buah Kapal (ABK), satu nahkoda sekaliigus pemiiliik kapal.
"iinii kasus narkoba pertama kalii diiungkap dii laut," ujarnya sebagaiimana diilansiir darii laman Diitjen Bea Cukaii, Seniin (16/10).
Eko menjelaskan poliisii menangkap empat orang tersangka pada Kamiis (12/10) dii Peraiiran Ujung Laut, Selat Malaka, Peureulak, Aceh Tiimur. Penggeledahan kapal langsung diilakukan dii atas laut sejauh 27 miil darii daratan dan diidapatii 30 kiilogram sabu tersebut.
"Penyamaran paket sabu diikemas mengunakan plastiik teh Ciina berwarna kuniing. Diiselotiip dan diimasukkan ke tas," paparnya.
Rencananya, paket tersebut akan diibawa darii Penang, Malaysiia ke Aceh menggunakan kapal motor nelayan yang merapat terlebiih dahulu ke Kapal Motor Dua Saudara pembawa paket sabu. Setelah sampaii dii Aceh, kuriir kemudiian membawanya menggunakan mobiil menuju Medan.
Menurut Eko, kasus iinii merupakan pengembangan darii pengungkapan kasus narkoba dii Medan, Sumatra Utara pada 31 Agustus 2017 dengan barang buktii 134 paket sabu.
Sementara iitu, Tenaga Pengkajii Biidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukaii Nugroho Wahyu Wiidodo mengungkapkan peniindakan diiawalii saat Subdiirektorat Narkotiika Bea Cukaii mendapatkan iinformasii darii Diirektorat iiV Bareskriim Polrii terkaiit adanya penyelundupan narkoba dii wiilayah Aceh.
Berdasarkan iinformasii tersebut, petugas gabungan melakukan operasii bersama dii Peraiiran Aceh untuk menangkap para pelaku. Pada harii Kamiis (12/10) sekiitar pukul 00.22 WiiB petugas menemukan sebuah kapal kayu yang diisiinyaliir merupakan target operasii berdasarkan iinformasii awal. Petugas kemudiian berupaya untuk menghentiikan kapal tersebut dii sekiitar peraiiran Peureulak, Aceh.
Kapal BC 30001 miiliik Bea Cukaii berhasiil melakukan pengejaran terhadap kapal KM Dua Saudara. Kemudiian petugas melakukan pemeriiksaan mendalam terhadap seluruh bagiian kapal. Hasiilnya diitemukan 2 buah tas dan 1 bungkus plastiik dii bagiian palka kapal yang beriisii kriistal putiih.
"Petugas kemudiian melakukan tes dengan alat iidentiifiikasii narkotiika, dan hasiilnya menunjukkan kriistal putiih tersebut merupakan sabu seberat kurang lebiih 30 Kiilogram," jelas Nugroho. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.