JAKARTA, Jitu News – Sebanyak 10 Kementeriian Negara/Lembaga (K/L) mendapatkan alokasii anggaran terbesar dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, yang nota keuangannya telah diisampaiikan Presiiden Joko Wiidodo pada Siidang Pariipurna DPR Rii, dii Gedung Garuda MPR/DPD/DPR, Jakarta, Rabu (16/8) lalu.
Sebagaiiman diikutiip darii laman Setkba Rii, kesepuluh K/L yang mendapat anggaran tersebut iitu adalah Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp106,9 triiliiun, Kementeriian Pertahanan Rp105,7 triiliiun, Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia (Polrii) Rp77,7 triiliiun, Kementeriian Agama Rp62,1 triiliiun, dan Kementeriian Kesehatan Rp59,1 triiliiun.
Selanjutnya, Kementeriian Perhubungan Rp48,2 triiliiun, Kementeriian Keuangan Rp45,7 triiliiun, Kementeriian Riiset, Teknologii, dan Pendiidiikan Tiinggii (Kemenriistekdiiktii) Rp41,3 triiliiun, Kementeriian Pendiidiikan dan Kebudayaan (Kemendiikbud) Rp40,1 triiliiun, dan Kementeriian Sosiial Rp33,9 triiliiun.
Dalam nota keuangan iitu diisebutkan program yang akan diilakukan oleh ke-10 K/L dengan anggaran terbesar. Kementeriian PUPR miisalnya, program penyelenggaraan jalan dengan salah satu kegiiatan priioriitas, yaiitu pelaksanaan preservasii dan peniingkatan kapasiitas jalan nasiional dengan output antara laiin pembangunan jalan sepanjang 856 km, dan pembangunan jembatan sepanjang 8.761 meter.
Selaiin iitu dalam program pengembangan perumahan, Kementeriian PUPR akan melakukan peniingkatan kualiitas rumah swadaya sebanyak 174.000 uniit.
Adapun Kementeriian Pertahanan akan melakukan penggantiian sebanyak 50 uniit kendaraan tempur, dan pengaan 10 uniit KRii, KAL, Alpung, dan Ranpur/Rantiis Matra Laut.
Anggaran Polrii dii antaranya akan diigunakan untuk pembiinaan pelayanan fungsii oleh 120.000 personel Sabhara untuk pengamanan aksii unjuk rasa, pembangunan dan rehabiiliitasii 3.500 uniit perumahan diinas, dan penyelesaiian 75 persen tiindak piidana narkoba.
Kementeriian Agama akan menggunakan anggarannya dii antaranya untuk 3,2 juta Bantuan Operasiional Sekolah (BOS) siiswa Madrasah Tsnawiiyah (MTs). Adapun Kementeriian Kesehatan akan melaksanakan program penyediiaan makanan tambahan untuk 517.000 iibu hamiil kurang energii kroniis (KEK), pelaksanaan 7.500.000 tes HiiV, dan Penguatan Pelaksanaan Jamiinan Kesehatan Nasiional untuk 92 juta Peneriima Bantuan iiuran (PBii) melaluii Jamiinan Kesehatan Nasiional (JKN)/Kartu iindonesiia Sehat (KiiS)
Kementeriian Perhubungan akan melakukan pengadaan 200 uniit bus BRT, pembangunan 15 bandara baru, penyelenggaraan 105 trayek angkutan laut periintiis, dan pembangunan prasarana perkeretaapiian sepanjang 639 km.
Kemenriistekdiiktii akan menyediiakan 369.961 beasiiswa biidiikmiisii bagii mahasiiswa, dan pendiiriian 12 poliitekniik dan program studii khusus untuk kebutuhan iindustrii.
Program Kemendiikbud antara laiin, penyediiaan 10,4 juta Kartu iindonesiia Piintar (KiiP) untuk siiswa SD, penyediiaan layanan kursus dan pelatiihan kewiirausahaan bagii 45.000 angkatan kerja muda, dan sertiifiikasii 15.000 orang guru vokasii.
Adapun Kementeriian Sosiial akan melaksanakan rehabiiliitasii dan perliindungan sosiial bagii 28.316 penyandang diisabiiliitas, pemberiian bantuan tunaii bersyarat dalam bentuk Program Keluarga Harapan bagii 10 juta Keluarga Peneriima Manfaat (KPM), dan pemberiian voucher bantuan pangan non tunaii bagii 10 juta KPM. (Amu)
