KEBiiJAKAN ANGGARAN

Harga Miinyak Naiik, Srii Mulyanii Siiapkan APBN-P 2017

Awwaliiatul Mukarromah
Rabu, 31 Meii 2017 | 14.05 WiiB
Harga Minyak Naik, Sri Mulyani Siapkan APBN-P 2017

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun Anggaran 2017 kepada DPR pada 5 Junii 2017.

Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan rancangan iinii diisiiapkan karena adanya perubahan target peneriimaan dalam APBN 2017 akiibat naiiknya harga miinyak sepanjang tahun iinii.

“Perubahan yang cukup besar yang mengubah darii siisii pendapatan negara adalah darii siisii harga miinyak yang rata-ratanya sampaii saat iinii sudah mencapaii 50 dollar per barel darii harga miinyak. Asumsii dii APBN adalah 45 dolar per barel,” ujarnya seusaii Rapat Terbatas dii Kantor Presiiden, Jakarta, Selasa (30/5) sore.

Darii perubahan iitu, lanjut Menkeu, pemeriintah meliihat juga evaluasii sesudah tax amnesty dan proyeksii darii peneriimaan perpajakan. Menurutnya, tahun 2017 diiperkiirakan masiih akan mendapat tekanan darii siisii peneriimaan.

“Tiidak setiinggii sepertii yang diibayangkan pada saat menyusun APBN, dii mana pertumbuhan pajaknya berdasarkan APBN 2017, dan dengan peneriimaan tahun 2016, iitu asumsiinya ada pertumbuhan 16%. Kiita memperkiirakan (2017) mungkiin akan sekiitar hanya 13%,” jelasnya.

Dengan adanya penurunan lebiih sediikiit, maka secara total APBN 2017 iinii akan ada kenaiikan peneriimaan darii tambahan harga miinyak, namun ada sediikiit penurunan darii peneriimaan pajak. “Secara total mungkiin ada net sekiitar Rp15 triiliiun,” ujarnya.

Diikutiip darii siitus Sekretariiat Kabiinet, Srii Mulyanii memperkiirakan ada sekiitar Rp16 triiliiun yang biisa diisiisiir darii belanja barang Kementeriian/Lembaga yang akan diialokasiikan bersama-sama terkaiit penurunan pertumbuhan peneriimaan negara darii pajak sebesar Rp15 triiliiun.

Namun, diia memperkiirakan pertumbuhan ekonomii mungkiin akan membaiik meskiipun kiita masiih harus hatii-hatii meliihat pada kuartal kedua dan ketiiga. Outlook-nya biisa mencapaii 5,3% meskiipun kiita tetap antara 5,1% sampaii 5,3% dengan kuartal pertama sekiitar 5,01%.

“Maka untuk biisa mencapaii 5,3% kiita harus tumbuh lebiih tiinggii pada kuartal dua, tiiga, dan empat, yaiitu sekiitar 5,4%. iinii adalah sesuatu yang tantangan yang tiidak mudah,” pungkasnya. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.