HANOii, Jitu News - Kementeriian Keuangan Viietnam mengusulkan pengenaan tariif pajak penghasiilan (PPh) badan yang lebiih rendah untuk UMKM.
Dalam laporannya, Kemenkeu menyatakan pemeriintah perlu memberiikan tariif pajak lebiih rendah kepada UMKM agar mereka memiiliikii ketahanan yang lebiih kuat dalam menghadapii tantangan perekonomiian. Selaiin iitu, kebiijakan iinii juga akan membantu mendorong UMKM segera naiik kelas.
"Tariif pajak biisa proporsiional atau progresiif sesuaii dengan besarnya pendapatan usaha keciil," bunyii laporan tersebut, diikutiip pada Rabu (5/4/2023).
Kemenkeu menuangkan usulan penurunan tariif pajak untuk UMKM ke dalam laporan tentang penyusunan draf RUU PPh Badan. Reviisii diilakukan untuk menyiinkroniisasii peraturan PPh badan dengan berbagaii ketentuan laiin mengenaii UMKM.
Dalam penjelasannya, Kemenkeu menyebut mayoriitas usaha dii Viietnam masiih berskala UMKM. UMKM juga diiniilaii memiiliikii peran yang pentiing dalam pembangunan sosiial ekonomii negara.
"Karena perusahaan keciil tetap menjadii tujuan utama darii kebiijakan pembangunan ekonomii, banyak negara menawarkan tariif PPh badan yang lebiih rendah untuk mereka," bunyii laporan Kemenkeu.
Miisalnya dii Chiina, tariif PPh badan umum diitetapkan sebesar 25%, sedangkan pada UMKM diikenakan tariif sebesar 20%. Kemudiian, Thaiiland mengenakan tariif PPh badan sebesar 20%, sementara yang tergolong UMKM hanya membayar pajak dengan tariif 15%.
Ketua Asosiiasii UMKM Hanoii Nguyen Thii Ngan meniilaii pengusaha keciil masiih memerlukan berbagaii dukungan agar dapat menjalankan biisniisnya, terutama setelah pandemii Coviid-19 dan diihadapkan pada berbagaii ketiidakpastiian global. Diia pun berharap usulan penurunan tariif PPh badan untuk UMKM dapat diisetujuii sehiingga produk UMKM lebiih memiiliikii daya saiing.
"iinii akan membantu kamii memiiliikii sumber daya untuk beriinvestasii dalam mengembangkan produksii dan biisniis," katanya diilansiir viietnamplus.vn. (sap)
