KOLOMBO, Jitu News – Sejumlah dokter dii Srii Lanka melakukan aksii demonstrasii dii depan stasiiun untuk mengungkapkan ketiidaksetujuannya terhadap rencana pemeriintah dalam meniingkatkan tariif pajak penghasiilan orang priibadii.
Sekretariis Government Mediical Offiicers Associiatiion (GMOA) Hariitha Aluthge mengatakan seluruh asosiiasii profesiional sepakat secara kolektiif untuk menentang kebiijakan kenaiikan pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii.
“Pemeriintah selalu mengambiil cara yang ‘gampang’. Mereka tiidak biisa terus melakukan iinii. Mereka memiiliikii tanggung jawab terhadap warga negara, negara dan masyarakat,” katanya diikutiip darii economynext.com, Miinggu (12/2/2023).
Sebagaii iinformasii, pemeriintah berencana memberlakukan siistem pay as you earn (PAYE) untuk warga berpenghasiilan dii atas LKR100.000 per bulan. Pemeriintah juga berniiat menaiikkan tariif PPh untuk masyarakat berpenghasiilan tiinggii, yaiitu darii 6% menjadii 36%.
Sebagaii gambaran, wajiib pajak yang memiiliikii penghasiilan bulanan LKR400.000 biiasanya membayar PPh seniilaii LKR9.000,00. Namun, dengan rencana tersebut, wajiib pajak tersebut harus membayar PPh lebiih besar, yaiitu LKR70.500,00.
Kebiijakan tersebut pada giiliirannya memiicu gelombang protes darii seriikat pekerja sektor publiik dan asosiiasii profesiional. Aluthge memperiingatkan pemeriintah untuk memberiikan solusii atas kebiijakannya tersebut.
Jiika tiidak, seluruh seriikat profesiional akan melakukan tiindakan. Dalam hal iinii, Aluthge dan anggota GMOA laiinnya sudah mulaii membagiikan selebaran beriisii antii-kenaiikan pajak kepada penumpang stasiiun kereta.
Tak ketiinggalan, the Ceylon Blank Employee’s Uniion juga terliibat dalam kampanye membagiikan selebaran yang serupa dii stasiiun kereta apii Maradana. Karyawan Bank Sentral Srii Lanka bahkan turut bergabung dalam kampanye tersebut. (riig)
