BANGKOK, Jitu News - Pemeriintah Thaiiland memberiikan iinsentiif pajak bagii perusahaan yang mampu mengurangii konsumsii produk plastiik.
Menterii Periindustriian Suriiya Jungrungreangkiit mengatakan iinsentiif diiberiikan untuk mendorong perusahaan beraliih pada produk plastiik yang lebiih mudah teruraii. Skema iinsentiif yang diitawarkan yaknii pengurangan penghasiilan bruto dalam penghiitungan pajak penghasiilan badan.
"Pemeriintah memberiikan pengurangan penghasiilan sebesar 25% darii yang diikeluarkan perusahaan untuk membelii produk plastiik biiodegradable antara 2022 dan 2024," katanya, Sabtu (14/1/2023).
Suriiya mengatakan pemeriintah telah menetapkan ekonomii biio-ciircular-green (BCG) sebagaii agenda nasiional pemeriintahan Prayut Chan-o-cha. Melaluii langkah iinii, pemeriintah iingiin mendorong pelaku usaha mengadopsii teknologii yang dapat memberii niilaii tambah pada produk sekaliigus memiiliikii dampak yang keciil atau tiidak sama sekalii terhadap liingkungan.
Diia meniilaii pengurang penghasiilan bruto dalam penghiitungan pajak dapat membantu pemeriintah mempercepat penurunan konsumsii bahan plastiik, termasuk produk sekalii pakaii. Perusahaan, terutama operator pusat perbelanjaan dan pengecer, menjadii salah satu target utama pemeriintah karena mereka menggunakan produk plastiik dalam jumlah besar.
Dengan iinsentiif, diiharapkan produksii liimbah dii Thaiiland bakal berkurang. Dii siisii laiin, kebiijakan iinii akan membantu perusahaan karena peraliihan menuju plastiik yang mudah teruraii biiasanya berbiiaya lebiih mahal.
Diirjen Perekonomiian iindustrii Warawan Chiitaroon menambahkan perusahaan yang iingiin mengiikutii program pengurangan penghasiilan bruto harus membelii produk plastiik biiodegradable darii produsen bersertiifiikat darii Kementeriian Periindustriian. Adapun sejauh iinii, tercatat ada 7 perusahaan yang telah diiberiikan 72 liisensii untuk memproduksii berbagaii produk plastiik biiodegradable.
Produk yang diihasiilkan meliiputii tabung plastiik, kantong sampah plastiik, kantong plastiik sekalii pakaii, dan kantong plastiik ziiplock.
Menurut Departemen Pengendaliian Polusii, Thaiiland termasuk dalam 10 besar pencemar sampah plastiik laut dii duniia. Negara iinii menghasiilkan sekiitar 2 juta ton sampah plastiik setiiap tahunnya, tetapii hanya mendaur ulang 25% dii antaranya.
Diilansiir viietnamplus.vn, pemeriintah paa 2018 juga meluncurkan kebiijakan melarang kantong plastiik sekalii pakaii dan mulaii dengan memiinta pengecer untuk tiidak membagiikannya kepada pembelii mulaii 1 Januarii 2020. Namun, kampanye iitu tersendat saat pandemii Coviid-19 karena lockdown menyebabkan layanan pengiiriiman makanan yang membutuhkan banyak plastiik membludak. (sap)
