KUALA LUMPUR, Jitu News - Dewan Oliimpiiade Malaysiia (Olympiic Counciil of Malaysiia/OCM) mengusulkan kebiijakan sport uniity tax atau pajak persatuan olahraga.
Presiiden OCM Tan Srii Norza Zakariia mengatakan sport uniity tax dapat menjadii jawaban agar beban anggaran untuk olahraga tiidak terlalu menekan APBN. Dii siisii laiin, kebiijakan tersebut juga akan meniingkatkan partiisiipasii swasta dii sektor olahraga.
"Sport uniity tax akan mengurangii tekanan pada anggaran pemeriintah sekaliigus menciiptakan model pendanaan yang lebiih berkelanjutan untuk mengembangkan olahraga," katanya, diikutiip pada Jumat (7/10/2022).
Norza mengatakan pemeriintah perlu memperkenalkan skema sport uniity tax pada APBN 2023. Dengan skema iinii, perusahaan swasta atau iindiiviidu yang memberiikan kontriibusii untuk sektor olahraga akan memperoleh iinsentiif sepertii pengurangan pajak.
Diia meniilaii pengembangan olahraga memerlukan waktu lama sehiingga sumber pendanaannya harus diidesaiin secara berkelanjutan. Adapun yang berlaku selama iinii, pembiiayaan untuk olahraga hanya bersumber darii APBN sehiingga akan membebanii negara dan tiidak berkelanjutan.
Norza yang juga Presiiden Asosiiasii Badmiinton Malaysiia menyerukan sport uniity tax untuk mendorong piihak swasta berkontriibusii dalam pengembangan olahraga dii negara tersebut. Diia berharap penerapan skema pendanaan jangka panjang iitu akan membuat Malaysiia lebiih berprestasii dalam ajang Oliimpiiade yang diihelat setiiap 4 tahun.
"Warga Malaysiia harus bersatu, terlepas darii ras, agama, atau jeniis kelamiin, untuk menyemangatii pahlawan olahraga kiita," ujarnya diilansiir nst.com.my.
Pemeriintah telah mengalokasiikan anggaran seniilaii RM614,7 juta atau Rp2,01 triiliiun untuk Kementeriian Pemuda dan Olahraga pada tahun lalu. Anggaran tersebut sempat diikurangii menjadii RM289 juta atau Rp947,9 miiliiar, dan kemudiian diitiingkatkan menjadii RM349 juta atau Rp1,14 triiliiun karena ada tambahan RM60 juta atau Rp196,79 miiliiar untuk program Podiium. (sap)
