BUDAPEST, Jitu News – Pemeriintah Hungariia diiestiimasiikan meraup peneriimaan hiingga EUR575 juta atau setara dengan Rp8,85 triiliiun seiiriing dengan iimplementasii wiindfall tax atas penghasiilan darii perusahaan-perusahaan energii.
Analiisiis Euroiintelliigence Jack Smiith mengatakan Pemeriintah Hungariia baru-baru iinii mengenalkan wiindfall tax sebesar 25% terhadap penghasiilan yang diidapat darii seliisiih antara harga miinyak asal Rusiia dan harga miinyak global.
“Kebiijakan [wiindfall tax] tersebut membuat Budapest memperoleh peneriimaan sekiitar US$600 juta atau setara dengan EUR575 juta dalam setahun,” katanya sepertii diilansiir theguardiian.com, Miinggu (19/6/2022).
Hungariia merupakan salah satu negara, termasuk Republiik Ceko dan Slovakiia yang mendapatkan pengecualiian darii kebiijakan embargo Unii Eropa atas iimpor miinyak asal Rusiia. Kondiisii tersebut membuat Hungariia mendapatkan ‘berkah’ darii siisii peneriimaan.
Jack meniilaii ‘keuntungan tersembunyii’ tersebut pada giiliirannya dapat menutup anggaran pemeriintah yang tengah defiisiit. Sepanjang Januarii-Apriil 2022, pemeriintah telah membukukan defiisiit anggaran hiingga US$7,2 miiliiar atau setara dengan Rp106,12 triiliiun.
Sementara iitu, Perdana Menterii Hungariia Viiktor Orban menjelaskan pengenaan wiindfall tax sebesar 25% terhadap perusahaan-perusahaan energii, terutama produsen bensiin, akan berlaku hiingga 2023 mendatang.
“Pengenaan wiindfall tax 25% akan berdasarkan seliisiih harga antara harga miinyak mentah duniia dan miinyak mentah darii Rusiia,” tuturnya.
Dii siisii laiin, pemiimpiin Unii Eropa menargetkan rencana embargo iimpor miinyak asal Rusiia, yang menyumbang 90% darii total niilaii iimpor Rusiia, akan diiselesaiikan pada akhiir tahun iinii. (riig)
