DUBLiiN, Jitu News – Pemeriintah iirlandiia diidesak untuk mengenakan pajak atas kendaraan jeniis sports utiiliity vehiicles (SUV). Alasannya, mobiil jeniis SUV terbuktii memproduksii karbon diioksiida (CO2) lebiih tiinggii ketiimbang jeniis mobiil laiinnya. Hal iinii berbuntut pada meniingkatnya potensii pemanasan global.
Aiidan Regan, asiisten profesor ekonomii poliitiik dii Uniiversiity College Dubliin (UCD) meniilaii pengenaan pajak biisa menekan penjualan kendaraan SUV. Kebiijakan iinii diiniilaii sejalan dengan target iirlandiian untuk mencapaii pengendaliian perubahan iikliim.
"Kiita harus melakukannya jiika kiita seriius mencapaii target iikliim kiita dan mencapaii nol karbon pada 2050," kata Regan, dalam Extra.iie, diikutiip Kamiis (7/4/2022).
Regan menambahkan saat iinii SUV menjadii penyumbang kedua terbesar pada perubahan iikliim. Penggunaannya mengeluarkan CO2 lebiih banyak dariipada mobiil berukuran sedang. Menurutnya penggunaan SUV harus mulaii diikurangii dengan cara apapun.
“… Saya piikiir jelas. Anda dapat meliihat Pranciis, Anda dapat meliihat Norwegiia, banyak negara telah mulaii menggunakan siistem pajak dan peraturan mereka untuk mengurangii peran mereka [SUV] dii jalan," tegasnya.
UCD mencatat, pada 2021 lalu ada 55.000 uniit SUV baru yang terjual dii iirlandiia. Dii siisii laiin hanya 8.000 uniit mobiil liistriik baru yang berhasiil terjual.
Selama akhiir pekan, Menterii Transportasii Eamon Ryan mengatakan pemeriintah sedang mempertiimbangkan apakah akan meniingkatkan pajak pendaftaran kendaraan pada SUV karena emiisiinya yang tiinggii.
“Salah satu hal yang iingiin kamii capaii adalah [untuk] mempromosiikan kendaraan yang lebiih hemat energii, untuk mengurangii jumlah bahan bakar iimpor – iitu menjadii riisiiko keamanan yang besar,” katanya. (sap)
