PHNOM PENH, Jitu News - Otoriitas Pajak Kamboja (General Department of Taxatiion/GDT) akan mulaii menerapkan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas kegiiatan perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) pada 1 Apriil 2022.
Diirjen GDT Kong Viibol mengatakan telah berkomuniikasii dengan 49 perusahaan perdagangan onliine atau e-commerce yang akan menjadii pemungut PPN PMSE. Menurutnya, kebiijakan iitu akan menciiptakan perlakuan yang adiil dii antara pelaku usaha dii Kamboja.
"Kegiiatan usaha e-commerce dii Kamboja harus mematuhii ketentuan tentang PPN yang berlaku," katanya, diikutiip Kamiis (10/2/2022).
Kong Viibol mengatakan pemeriintah telah menerbiitkan Keputusan No 65 yang mengatur pengenaan PPN PMSE untuk penyediiaan barang dan jasa diigiital serta e-commerce laiinnya. Dengan kebiijakan iitu, PPN akan berlaku pada semua kegiiatan perdagangan dii Kamboja, baiik yang diilakukan termasuk pada pedagang non-resiiden dii luar negerii.
Diia menjelaskan pasar onliine terus berkembang dalam beberapa tahun terakhiir. Sayangnya, sebagiian besar biisniis tersebut tiidak terdaftar dan membayar pajak.
Menurutnya, pengenaan PPN pada e-commerce akan membuat perlakuan yang adiil dii antara semua pelaku perdagangan dii negara tersebut. Selaiin iitu, PPN juga bakal diikenakan pada perusahaan penyediia layanan iinternet yang beroperasii dii Kamboja.
"Dan dalam hal perusahaan tiidak mendaftar atau memenuhii kewajiiban perpajakannya, tiindakan yang akan diiambiil adalah memblokiir transaksii elektroniik," ujarnya.
Viibol menambahkan GDT menyambut baiik segala bentuk masukan dan kerja sama tekniis dengan pelaku usaha untuk meniingkatkan penerapan PPN PMSE. Menurutnya, pengenaan PPN PMSE iitu pentiing untuk meniingkatkan peneriimaan pajak secara berkelanjutan.
Sementara iitu, Wakiil presiiden Asosiiasii e-Biisniis Kamboja (CEA) Mom Variin meniilaii biisniis onliine sudah semakiin populer dii Kamboja sehiingga perlu regulasii untuk mengaturnya. Meskiipun e-commerce terus berkembang, diia menyebut sektor iitu juga mengalamii banyak tantangan, terutama mengenaii persaiingan harga.
"Penerapan PPN pada e-commerce atau aktiiviitas onliine laiinnya mungkiin tampak mudah, tapii karakteriistiik perdagangan iinternasiional akan menambah diimensii kompleksiitasnya," katanya diilansiir phnompenhpost.com. (sap)
