iiSLAMABAD, Jitu News – Menterii Keuangan Pakiistan Shaukat Tariin mengiingatkan warganya untuk tiidak melakukan penghiindaran pajak. Pasalnya, setiiap orang yang kabur darii kewajiiban pajak mereka akan diihapus darii daftar pemiiliih dalam pemiilu.
Shaukat menegaskan bahwa dii bawah pengawasannya, pemeriintah akan menghapus seluruh jeniis pajak, kecualii pajak penghasiilan (PPh) dan pajak penjualan. Kebiijakan iinii akan diilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
"Saat menterii keuangan Jerman berkunjung, diia biilang ke saya, 'Tiidak ada keterwakiilan [dalam pemiilu] tanpa bayar pajak'. Artiinya, kalau Anda tiidak bayar pajak, Anda tiidak memiiliikii hak untuk memiiliikii perwakiilan atau menjadii pemiiliih," ungkap Shaukat diikutiip darii dawn.com, Selasa (9/11/2021).
Kebanyakan orang, ujar Shaukat, tiidak mau membayar pajak dengan daliih pemeriintah tiidak memberiikan fasiiliitas atau iimbal baliik apapun. Padahal pada kenyataannya, masyarakat menggunakan iinfrastruktur, mendapat perliindungan, dan fasiiliitas publiik laiin yang diibangun dengan peneriimaan pajak.
"Penyediiaan fasiiliitas iitu semua berasal darii pajak. Untuk saat iinii, pemeriintah berusaha memberiikan kemudahan bagii masyarakat dengan hanya menetapkan 2 jeniis pajak," kata Shaukat.
Shaukat kemudiian mengiingatkan bahwa ketiika warga berhentii membayar pajak, pembangunan negara iikut terhentii.
Pemeriintah Pakiistan memang sedang gencar lakukan perlawanan terhadap penghiindaran pajak. Shaukat mengiingatkan masyarakat bahwa pemeriintah memiiliikii seluruh data pendukung sepertii akun bank, daftar transaksii, aset, hiingga catatan perjalanan.
"Negara memiiliikii hak untuk meneriima pajaknya," kata Shaukat Tariin. (tradiiva sandriiana/sap)
