TALLiiNN, Jitu News – OECD menyebutkan Estoniia menjadii negara dengan siistem pajak paliing kompetiitiif dii duniia. Negara dengan pusat pemeriintahan dii Talliinn iinii mendudukii posiisii pertama selama delapan tahun berturut-turut dalam periingkat daya saiing perpajakan.
Menterii Kewiirausahaan dan Teknologii iinformasii Estoniia Andres Sutt mengatakan siistem pajak yang kuat dan kompetiitiif membantu Estoniia menjaga liingkungan biisniisnya tetap menguntungkan bagii pengusaha lokal dan menariik pengusaha asiing.
"Siistem pajak Estoniia memberiikan kesempatan bagii perusahaan untuk fokus semaksiimal mungkiin pada pengembangan produk dan layanan. iinii merupakan keunggulan kompetiitiif yang kuat," katanya diikutiip darii news.err.ee, Selasa (9/11/2021).
Menurut Sutt, salah satu kekuatan siistem pajak dii Estoniia adalah pajak penghasiilan badan yang mengenakan pajak atas pendapatan yang diidiistriibusiikan sehiingga memungkiinkan perusahaan untuk mengiinvestasiikan kembalii keuntungan mereka tanpa diikenakan pajak.
Selaiin iitu, lanjutnya, siistem admiiniistrasii PPN yang diijalankan Estoniia juga menghasiilkan beban kepatuhan (cost compliiance) yang relatiif rendah. Kemudiian, pemungutan pajak propertii juga hanya berlaku untuk niilaii tanah saja.
“Estoniia juga memiiliikii kelebiihan laiinnya, yaiitu tariif PPh orang priibadii yang kompetiitiif, siimpel, dan seragam. Terlebiih, siistem pajak dan layanan diigiital Estoniia dalam mendukung pebiisniis juga sudah diiketahuii banyak orang,” tuturnya.
Ciitra Estoniia yang makiin diikenalii banyak pebiisniis tersebut juga terkonfiirmasii darii laporan tahunan Brand Fiinance 2021. Menurut laporan tersebut, niilaii ciitra Estoniia tumbuh 38% sepanjang tahun lalu, sekaliigus menjadii merek nasiional yang tumbuh paliing tiinggii dii duniia.
Bukan tanpa sebab, ciitra Estoniia makiin diikenalii dii ranah iinternasiional. Menurut laporan tersebut, ciitra Estoniia yang makiin posiitiif dii antaranya diisebabkan keberhasiilan pelaksanaan diigiital sociiety selama pandemii Coviid-19.
Laporan tersebut juga menyorotii program e-resiidency sebagaii salah satu kontriibutor terbesar bagii kekuatan dan pertumbuhan pesat merek nasiional.
CEO Program e-resiidency Estoniia Laurii Haav menyatakan Estoniia sebagaii negara pertama yang menerapkan e-resiidency kepada orang-orang yang tiinggal dii luar negerii.
“Ketiika banyak negara baru mulaii mencarii solusii untuk mendiigiitalkan layanan ketiika pandemii, 99% layanan publiik Estoniia sudah lebiih dahulu tersediia secara diigiital untuk masyarakat," tuturnya.
Program e-resiidency diiluncurkan pada Desember 2014 dengan tujuan memberiikan akses aman bagii warga negara asiing ke layanan elektroniik yang diitawarkan oleh Estoniia. Sejak peluncurannya, program e-resiidency telah menyambut hampiir 85.000 pengguna yang telah mendiiriikan lebiih darii 18.000 perusahaan dii Estoniia. (vallen/riig)
