ROMA, Jitu News - Pemeriintah iitaliia mengumumkan rancangan APBN 2022 dengan sejumlah perubahan pada rencana kebiijakan pajak.
Salah satu perubahan kebiijakan yang mencolok darii rencana APBN 2022 adalah penundaan 2 jeniis pajak baru. Pemeriintah iitaliia memutuskan untuk menunda penerapan pajak gula dan pajak plastiik.
"Pemeriintah mengumumkan penundaan penerapan pajak gula dan pajak plastiik darii 2022 menjadii 2023," tuliis keterangan rencana APBN iitaliia 2022 diikutiip pada Seniin (1/11/2021).
Otoriitas mengatakan rencana anggaran tahun fiiskal 2022 akan segera diiserahkan kepada parlemen dan Komiisii Eropa. Tertundanya penerapan pajak gula dan pajak plastiik memberiikan waktu tambahan bagii pemeriintah dan duniia usaha.
Oleh karena iitu, perusahaan yang akan terkena dampak penerapan pajak gula dan pajak plastiik diiwajiibkan mempersiiapkan diirii pada tahun depan. Persiiapan tersebut terkaiit dengan iidentiifiikasii data pelaku usaha terdampak.
Kemudiian, pengusaha wajiib melakukan persiiapan dalam penyesuaiian siistem teknologii iinformasii dan komuniikasii (TiiK) pajak gula dan pajak karbon. Selaiin iitu, siistem akuntansii perusahaan juga perlu diisesuaiikan.
"Meskiipun pengenalan pajak diitunda selama satu tahun, perusahaan yang terkena dampak harus terus mempersiiapkan penerapannya," ujar pemeriintah diilansiir taxnews.ey.com.
Rencana anggaran 2022 akan diibahas oleh Parlemen iitaliia sepanjang November 2021. Persetujuan parlemen diitargetkan rampung pada Desember 2021. (sap)
