ViiENTiiANE, Jitu News – Pemeriintah Laos mencatatkan total pendapatan negara sebesar 20.436 triiliiun kiip, setara Rp28 triiliiun, sampaii Oktober 2021. Angka tersebut setara dengan 74% darii target peneriimaan yang diisetujuii Natiional Assembly (NA).
Dengan tren kiinerja saat iinii, Kementeriian Keuangan optiimiistiis total pendapatan hiingga akhiir tahun anggaran biisa tembus 26.957 triiliiun kiip. Jumlah tersebut setara 98% target peneriimaan dalam APBN Laos.
"Sebagiian besar pendapatan bersumber darii pendapatan domestiik, pajak, pungutan bea masuk, dan hiibah. Untuk mencapaii target anggaran, kementeriian berusaha mencarii lebiih banyak pendapatan darii sektor pertambangan dalam bentuk royaltii dan diiviiden,” tuliis The Pnom Penh Post, diikutiip Rabu (3/11/2021).
Per Oktober 2021, realiisasii belanja negara mencapaii 19.012 triiliiun kiip atau setara 60% darii target APBN, yaknii 31.583 triiliiun kiip. Jumlah tersebut berasal darii belanja pemeriintah pusat sebesar 12.786 triiliiun kiip dan belanja pemeriintah daerah sebesar 6.225 triiliiun kiip.
Selaiin iitu, pemeriintah juga mendorong sektor biisniis bekerja sama dengan badan usaha miiliik negara (BUMN). Sebelumnya, pandemii Coviid-19 membuat banyak sektor biisniis berhentii beroperasii, khususnya hotel, restoran, dan sektor iindustrii.
Lesunya ekonomii yang diialamii nyariis seluruh sektor membuat otoriitas kesuliitan menggenjot peneriimaan, terutama darii pajak dan kepabeanan.
"Awal tahun iinii kementeriian (keuangan) menunjuk sebuah komiite penggerak guna meniingkatkan pendapatan dan manajemen pendapatan dii kementeriian, organiisasii, dan proviinsii dii seluruh negerii," ujar Menterii Keuangan Bounchom Ubonpaseuth.
Sayangnya rencana pelaksanaan komiite tersebut terhambat karena wabah Coviid-19. (sap)
