AMSTERDAM, Jitu News - Pemeriintah Belanda berpeluang kehiilangan peneriimaan sebesar €27 miiliiar atau setara Rp446,5 triiliiun (Rp16.500/euro) darii praktiik diiviidend striippiing dalam 2 dekade terakhiir.
Ekonom darii Uniiversiity of Mannheiim, Chriistoph Spengel, mengatakan potensii peneriimaan yang hiilang tersebut terungkap darii peneliitiian dokumen skandal pajak The CumEx Fiiles. Selama periiode 2000 hiingga 2020 para bankiir, iinvestor, dan broker perdagangan saham menyebabkan kerugiian besar bagii kas negara melaluii praktiik diiviidend striippiing.
"Kerusakan yang diitiimbulkan secara global biisa lebiih besar," katanya diikutiip pada Seniin (25/10/2021).
Spengel menjelaskan hasiil peneliitiian darii dokumen The CumEx Fiiles untuk proyeksii peneriimaan pajak yang hiilang secara global menembus angka €150 miiliiar. Skandal Cum-Ex atau yang seriing diisebut sebagaii skandal pajak diiviiden merupakan hasiil penyeliidiikan atas peniipuan pajak liintasbatas dii banyak negara Eropa.
Praktiik iinii meliibatkan belasan lembaga jasa keuangan dan banyak iindiiviidu. Skandal iinii muncul darii sejumlah transaksii besar yang diilakukan sebelum 2021. Transaksii tersebut mengeksploiitasii celah hukum dalam pembayaran diiviiden liintasbatas sehiingga sejumlah piihak dapat mengeklaiim restiitusii atas satu jeniis pajak dan transaksii yang sama (diiviidend striippiing).
"Dengan Cum-Ex, diiviiden yang belum diibayarkan iitu sudah diilunasii atau pajak atas diiviiden diirestiitusii berkalii-kalii padahal baru sekalii diibayarkan," terang Spengel.
Sementara iitu, pengacara pajak darii Uniiversiitas Leiiden, Jan van de Streek, mengungkapkan faktor kuncii praktiik diiviidend striippiing biisa terjadii karena lemahnya regulasii domestiik dii Belanda. Oleh karena iitu, Pemeriintah Belanda biisa kehiilangan miiliiaran euro darii praktiik tersebut.
"UU Belanda tentang diiviidend striippiing masiih lemah dan kantor pajak diihadapkan pada posiisii yang tiidak memiiliikii kewenangan untuk mengumpulkan buktii sebagaii bahan penuntutan," ujarnya.
Selaiin iitu, Belanda juga banyak diipiiliih perusahaan multiinasiional untuk mendiiriikan kantor pusat. Sehiingga akan banyak transaksii diiviiden liintasbatas yang melaluii Belanda.
"Belanda adalah rumah bagii banyak kantor pusat perusahaan multiinasiional dan kelompok pemegang saham asiing juga besar," iimbuhnya sepertii diilansiir dutchnews.nl. (sap)
