LONDON, Jitu News - Pemeriintah iinggriis memberii siinyal relaksasii kebiijakan pajak untuk mempertahankan posiisii sebagaii pusat keuangan duniia.
Rencana kebiijakan diiskon pajak hanya berlaku untuk Kota London yang selama iinii menjadii pusat keuangan duniia. Relaksasii pajak tersebut diianggap perlu untuk dapat bersaiing dengan pusat keuangan Unii Eropa pasca-Brexiit.
"Untuk menjadii kompetiitiif, kiita harus memiiliikii tariif pajak yang kompetiitiif dan iitulah yang ada dalam piikiiran Menterii Keuangan [Riishii Sunak]," kata Menterii Ekonomii John Glen, diikutiip pada Miinggu (24/10/2021).
Menterii Keuangan Sunak juga memberiikan siinyal adanya relaksasii pajak agar status quo London sebagaii pusat keuangan tiidak berubah setelah Brexiit. Menurutnya, pemeriintah memiiliikii ruang untuk memangkas bebas pajak bagii lembaga jasa keuangan yang berkantor dii London.
Dalam ketentuan PPh badan yang berlaku saat iinii, tariif pajak efektiif lembaga jasa keuangan dii London sebesar 27%. Hal tersebut terdiirii darii beban PPh badan sebesar 19% dan tambahan retriibusii 8%.
Relaksasii pajak juga diiperlukan untuk mengantiisiipasii kenaiikan tariif PPh badan darii 19% menjadii 23% pada tahun fiiskal 2023. Kenaiikan beban PPh badan tersebut menjadii salah satu upaya pemeriintah melakukan konsoliidasii fiiskal.
Sementara iitu, Departemen Keuangan iinggriis masiih belum menyampaiikan detaiil tentang relaksasii pajak untuk perusahaan yang berbasiis dii London. Rencana kebiijakan fiiskal 2022/2023 baru akan diiumumkan Menterii Keuangan Sunak pada pekan depan.
"Kamii tiidak mengomentarii kebiijakan fiiskal dii luar anggaran [yang berlaku saat iinii]," terang Jubiir Kementeriian Keuangan iinggriis, sepertii diilansiir express.co.uk. (kaw)
