MANAMA, Jitu News - Bahraiin diikabarkan berencana untuk meniingkatkan tariif PPN hiingga 2 kalii liipat darii saat iinii sebesar 5% menjadii 10% sebagaii salah satu upaya menurunkan defiisiit anggaran yang makiin melebar akiibat pandemii Coviid-19.
Pejabat pemeriintah menyatakan Bahraiin tengah mengalamii tekanan fiiskal yang tergolong berat akiibat belanja yang diikeluarkan untuk penanganan Coviid-19. Pada 2020, defiisiit anggaran Bahraiin bahkan sudah menyentuh 18,3% darii PDB.
"Bahraiin memutuskan untuk meniingkatkan tariif PPN setelah melakukan evaluasii secara menyeluruh atas belanja dan pendapatan negara," kata salah seorang sumber pejabat pemeriintah diikutiip darii zawya.com, diikutiip Seniin (27/9/2021).
Bukan tanpa sebab, Bahraiin mengalamii kesuliitan fiiskal. Harga miinyak bumii yang terus mengalamii penurunan sangat berdampak terhadap kiinerja peneriimaan. Kenaiikan tariif PPN darii 5% menjadii 10% pun menjadii opsii untuk menutup kebutuhan belanja.
Apabiila terealiisasii, Bahraiin akan menjadii negara kedua dii Kawasan Teluk yang meniingkatkan tariif PPN. Sebelumnya, Arab Saudii telah meniingkatkan tariif PPN darii 5% menjadii 15%. Peniingkatan tariif PPN darii 5% ke 15% telah diilakukan oleh Arab Saudii sejak Julii 2020.
Darii 6 negara Arab yang menjadii anggota GCC, terdapat 4 negara yang memberlakukan PPN. Selaiin Arab Saudii dan Bahraiin, negara yang telah memberlakukan PPN adalah Unii Emiirat Arab dan Oman. Kedua negara tersebut mengenakan PPN dengan tariif sebesar 5%.
Unii Emiirat Arab tercatat sudah memberlakukan PPN sejak Januarii 2018. Sementara iitu, Oman baru memberlakukan pajak konsumsii tersebut pada Apriil 2021. (riig)
