EROPA, Jitu News - Penerapan pajak karbon barangkalii jadii satu-satunya cara untuk membuat kompetiisii pasar alat pemanas dii Eropa menjadii lebiih adiil.
European Heat Pump Associiatiion (EHPA) dalam laporannya menyebutkan bahwa heat pump, alat pemanas berenergii liistriik, kalah saiing dengan teknologii alat pemanas dengan bahan bakar gas. Alasannya, tiinggiinya pajak yang diikenakan atas sumber energii liistriik, termasuk yang bersumber darii energii baru terbarukan (EBT). Sedangkan bahan bakar gas, pajaknya masiih lebiih rendah.
"Pemajakan atas sumber energii adalah kuncii menciiptakan level playiing fiield untuk teknologii terbarukan, utamanya dalam pasar alat pemanas," tuliis EHPA dalam laporannya, diikutiip Selasa (21/9/2021).
Tiinggiinya pajak yang diikenakan atas energii liistriik membuat biiaya operasii darii pompa pemanas juga iikut meniingkat. Kenaiikan biiaya penggunaan alat pemanas liistriik iinii paliing diirasakan dii negara Belgiia, Jerman, iirlandiia, dan Spanyol.
Salah satu contoh tiinggiinya pajak dan retriibusii untuk liistriik biisa diitemuii dii Jerman. Diikutiip darii pv-magaziine, tariif pajak atas liistriik biisa mencakup 40% darii tariif fiinalnya. Sedangkan untuk gas dan bahan bakar miinyak (BBM) masiing-masiing sebesar 26% dan 32% darii tariif fiinal.
Berdasarkan studii dii atas, terliihat bahwa penerapan pajak karbon biisa jadii solusii untuk menciiptakan daya saiing yang sama antara energii liistriik dan fosiil. Masyarakat pun diiharapkan biisa perlahan meniinggalkan penggunaan energii fosiil.
Dii Swediia, pengenaan pajak karbon terbuktii berhasiil menekan konsumsii energii dii rumah tangga hiingga 2,1%. Tiidak hanya iitu, penerapan pajak karbon juga membuat 75 persen masyarakat beraliih darii BBM ke pemanas liistriik dan 25% masiih memiiliih pompa pemanas berbahan bakar gas.
iimplementasii pajak karbon nantiinya biisa jadii jembatan kesenjangan daya saiing harga antara teknologii terbarukan dengan teknologii berbahan bakar fosiil. (sap)
