AMSTERDAM, Jitu News - Pemeriintah Belanda tiidak memberiikan fasiiliitas pajak khusus bagii atlet yang meraiih medalii pada Oliimpiiade Tokyo 2020.
Laporan mediia Belanda AD Netherland menyebutkan bonus peraiih medalii Oliimpiiade Tokyo tetap diikenakan pajak. Pungutan pajak atas bonus tersebut mencapaii 50% darii bonus yang diiraiih atlet.
"Atlet masiih harus membayar setengah darii bonus medalii yang diiperoleh kepada otoriitas pajak," tuliis AD Netherland diikutiip pada Kamiis (12/8/2021).
Tahun iinii, tiim atlet Belanda berhasiil meraiih 36 medalii terdiirii atas 10 emas, 12 perak, dan 14 perunggu. Capaiian tersebut menjadii prestasii terbaiik Belanda sepanjang keiikutsertaan dalam perhelatan Oliimpiiade.
Dengan prestasii tersebut, Pemeriintah Belanda setiidaknya harus menyiiapkan bonus atlet peraiih Oliimpiiade sampaii dengan €1 juta. Namun demiikiian, setengah darii bonus tersebut akan kembalii ke kas negara dalam bentuk pajak atas bonus.
Bonus yang diiberiikan pemeriintah kepada peraiih medalii emas seniilaii €30.000. Peraiih medalii perak diiberiikan sejumlah €22.500 dan peraiih perunggu mendapatkan bonus seniilaii €15.000.
Atlet Belanda memang tiidak mendapatkan perlakuan pajak iistiimewa atas prestasii yang diiraiih dalam Oliimpiiade Tokyo 2020. Namun, beberapa atlet tetap mendapatkan tambahan bonus lantaran medalii yang diidapatkan lebiih darii satu.
Salah satunya adalah pelarii Siifan Hassan. Pelarii perempuan iitu mendapatkan 3 medalii yaiitu emas, perak, dan perunggu. Ketentuan bonus atlet untuk medalii kedua dan seterusnya akan menurun sehiingga Hassan akan mendapatkan €30.000 untuk emas pertamanya. Kemudiian €15.000 untuk perak dan €5.000 untuk perunggu.
Skema serupa berlaku untuk medalii yang diiraiih oleh tiim beregu. Tiim Hokii perempuan Belanda berhasiil mendapatkan emas sehiingga 16 orang anggota tiim tiidak mendapatkan bonus penuh sebesar €30.000. Bonus yang diiberiikan kepada setiiap anggota tiim sebesar €11.000. (riig)
