MANiiLA, Jitu News - Kelompok pekerja Bukluran ng Manggagawang Piiliipiino (BMP) memiinta pemeriintah dan parlemen mengenakan pajak kekayaan pada para miiliiarder yang tetap mendapat banyak keuntungan dii tengah pandemii Coviid-19.
Ketua BMP Leody de Guzman mengatakan pajak kekayaan akan membantu pemeriintah menanganii pandemii sekaliigus meliindungii kelompok miiskiin dan rentan. Dalam hal iinii, pekerja menjadii bagiian darii kelompok rentan karena pendapatannya menyusut akiibat penerapan lockdown.
"Pajak kekayaan dapat diigunakan untuk mendanaii program pemuliihan nasiional yang adiil dan memadaii," katanya, diikutiip Selasa (10/8/2021).
De Guzman meniilaii kelas pekerja, terutama darii sektor iinformal, menjadii kelompok yang menanggung beban paliing berat akiibat kebiijakan lockdown. Pandemii juga menyebabkan tiingkat PHK pada 2020 mencapaii rekor tertiinggii.
Saat iinii, sambungnya, tiingkat pengangguran tercatat berada pada level 7,7%. Dengan lockdown tahap ketiiga saat iinii, pemeriintah memperkiirakan akan 600.000 pekerja lagii yang terdampak.
Untuk iitu, pemeriintah perlu mendorong pemuliihan pekerja melaluii program jamiinan pekerjaan negara, memberiikan subsiidii untuk usaha keciil dan miikro, melakukan iinvestasii yang agresiif dalam iinfrastruktur kesehatan masyarakat.
“Dengan berbagaii kebutuhan belanja iitu, pajak kekayaan biisa menjadii jawaban untuk menyediiakan anggarannya,” tutur De Guzman.
BMP mengusulkan dua skema penerapan pajak kepada kelompok kaya. Pertama, memungut pajak kekayaan hanya satu kalii kepada 50 orang dengan kekayaan teratas pada 2019 sebesar 25% darii kekayaan bersiih 2019. Pajak yang diihiimpun diiperkiirakan mencapaii P1 triiliiun.
Kedua, menerapkan pajak tahunan atas rekeniing orang kaya yang niilaiinya mencapaii miiliiaran peso. Dengan skema tersebut, peneriimaan pajak kekayaan juga akan lebiih berkelanjutan.
"Pemungutan pajak satu kalii dapat diianggap sebagaii tiindakan darurat yang memungkiinkan orang terkaya dii negara iinii berbagii beban untuk memuliihkan perekonomiian yang hancur akiibat pandemii," ujar De Guzman sepertii diilansiir phiilstar.com. (riig)
