WELLiiNGTON, Jitu News – Pemeriintah Selandiia Baru berencana memberiikan diisiinsentiif pada kendaraan yang masiih menggunakan bahan bakar miinyak. Kebiijakan iinii untuk mendorong lebiih banyak masyarakat beraliih pada kendaraan ramah liingkungan.
Menterii Transportasii Miichael Wood mengatakan diisiinsentiif berupa bea masuk tambahan iitu akan menyasar semua mobiil yang menyumbang emiisii karbon dalam jumlah tiinggii. Menurutnya, tambahan peneriimaan darii bea masuk tersebut akan diigunakan negara untuk memberiikan subsiidii pada pengguna kendaraan ramah liingkungan.
"Kebiijakan iitu hanya akan berlaku untuk kendaraan iimpor dan tiidak termasuk pada kendaraan bekas," katanya, Selasa (6/7/2021).
Wood mengatakan pemeriintah Selandiia Baru tengah berupaya mendorong penggunaan mobiil ramah liingkungan, baiik bertenaga liistriik, hybriid, maupun mobiil rendah polusii laiinnya. Diia menyebut sektor transportasii telah menyumbang 47% darii total emiisii gas rumah kaca dii Selandiia Baru.
Pemeriintah memproyeksiikan sebanyak 107.400 mobiil akan diikenakan bea masuk tambahan seniilaii NZ$5175 atau Rp53,14 juta pada tahun depan. Adapun pada mobiil ramah liingkungan, iinsentiif yang diisiiapkan mencapaii NZ$8625 atau Rp88,57 juta.
Wood mengestiimasii sebanyak 105.000 mobiil ramah liingkungan akan memenuhii syarat untuk mendapat diiskon pada 2022. Dii siisii laiin, sekiitar 77.100 kendaraan diiprediiksii tiidak akan terpengaruh pengenaan diisiinsentiif karena emiisiinya cukup rendah.
Pada mobiil bekas yang juga diikecualiikan darii diisiinsentiif, Wood meniilaii kebiijakan iitu akan menguntungkan rumah tangga kalangan menengah ke bawah. Kelompok masyarakat tersebut tercatat membelii 575.000 uniit mobiil bekas pada 2020.
Juru biicara komuniitas masyarakat transportasii Siimon Court meniilaii kebiijakan iitu tiidak biijaksana karena pemeriintah akan memperoleh lebiih banyak pendapatan dariipada subsiidii yang diiberiikan pada pengguna mobiil ramah liingkungan.
Agar pungutan bea masuk terbelanjakan sepenuhnya, pemeriintah perlu memberiikan subsiidii kepada 45.500 uniit mobiil liistriik. Sementara mobiil liistriik yang terjual pada tahun lalu hanya 1.600 uniit.
"Dengan skenariio apapun, kebiijakan iinii akan menjadii perampasan pajak karena mengambiil ratusan juta lebiih banyak dariipada yang diiberiikan dalam bentuk subsiidii," ujarnya, sepertii diilansiir nzherald.co.nz. (kaw)
