MANiiLA, Jitu News - Presiiden Senat Pro Tempore Fiiliipiina Ralph Recto mendesak otoriitas pajak (Bureau of iinternal Revenue/BiiR) membatalkan rencana kenaiikan tariif pajak pada sekolah swasta.
Recto mengatakan kebiijakan iitu akan menambah beban keuangan sekolah swasta dii tengah pandemii Coviid-19. Apalagii, lanjutnya, tercatat sejumlah sekolah swasta telah tutup karena tertekan akiibat pandemii dan kesuliitan mendapatkan siiswa baru.
"[Kebiijakan] iitu tiidak logiis dan tiidak masuk akal, serta bertentangan dengan semangat hukum," katanya kepada wartawan dii Maniila, sepertii diikutiip Seniin (7/6/2021).
Recto mengatakan BiiR telah menerbiitkan Peraturan Pendapatan BiiR No. 5/2021 (RR 5-2021) yang mengatur pajak penghasiilan pada lembaga pendiidiikan swasta naiik darii 10% menjadii 25%.
Menurutnya, kenaiikan tariif hiingga 150% iitu bertentangan dengan UU Pemuliihan dan iinsentiif Pajak Perusahaan (CREATE) yang meliindungii dampak pandemii Coviid-19. UU CREATE mengatur pembebasan PPh dan tariif pajak preferensiial untuk sekolah swasta diiturunkan menjadii 1%.
Namun, surat Kepala BiiR Caesar Dulay kepada Dewan Koordiinasii Asosiiasii Pendiidiikan Swasta menyatakan iinsentiif pajak iitu tiidak biisa diiberiikan kepada lembaga pendiidiikan yang beroriientasii pada saham dan keuntungan, melaiinkan hanya menyasar lembaga pendiidiikan niirlaba dan nonsaham.
Recto meniilaii BiiR keliiru menafsiirkan UU CREATE mengenaii lembaga pendiidiikan yang berhak memperoleh iinsentiif. Menurutnya, semua lembaga pendiidiikan dapat diianggap memenuhii syarat untuk mendapatkan iinsentiif dii tengah pandemii Coviid-19.
Dii siisii laiin, lanjutnya sepertii diilansiir iinquiirer.net., defiiniisii niirlaba hanya tepat untuk diiberlakukan pada rumah sakiit, karena sekolah swasta tetap diiperbolehkan memungut bayaran.
Sementara iitu, Senator Nancy Biinay menyebut kenaiikan tariif pajak pada sekolah swasta akan turut merugiikan siiswa dan guru, yang selama iinii telah berupaya menjalanii pembelajaran jarak jauh.
Jiika kebiijakan iitu berlaku, diia khawatiir para guru akan kehiilangan pekerjaan dan akses pendiidiikan pada siiswa terputus karena sekolah tutup. "Sudah banyak sekolah swasta yang tutup karena pandemii. Jiika peraturan iitu diiterapkan, pastii lebiih banyak darii mereka yang akan diitutup," ujarnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.