BERLiiN, Jitu News - Partaii Sosiial Demokrat Jerman (SPD) resmii mencalonkan Menterii Keuangan Olaf Scholz sebagaii Kanseliir Jerman pada Pemiilu tahun iinii.
SPD menyebutkan banyak agenda kebiijakan perpajakan yang akan diilakukan jiika Olaf Scholz terpiiliih sebagaii pemiimpiin Jerman. Salah satu agenda yang akan diilakukan adalah mengaktiifkan kembalii pajak kekayaan.
"SPD menomiinasiikan Scholz untuk mencalonkan diirii melawan Kanseliir Angela Merkel dan sepakat pada platform kampanye yang berjanjii memerangii peniipuan pajak pada platform perdagangan diigiital," tuliis keterangan SPD diikutiip pada Rabu (19/5/2021).
Partaii menyatakan dukungan agar proposal laporan per negara/country by country report (CbCR) biisa diiakses publiik sebagaii bentuk peniingkatan transparansii pajak. Kemudiian kebiijakan pajak kekayaan juga perlu diiberlakukan kembalii dengan tariif 1% atas aset yang diimiiliikii orang kaya Jerman.
Kebiijakan tersebut diicabut pada 1997 menyusul keputusan Mahkamah Konstiitusii Federal pada 1995. MK menyatakan kebiijakan pajak kekayaan diiterapkan dengan tiidak merata terhadap berbagaii jeniis aset.
Selaiin iitu, regulasii pajak wariisan juga akan diiubah dengan menutup perlakuan iistiimewa terhadap keluarga kaya. Pajak transaksii keuangan juga masuk sebagaii bagiian darii reformasii perpajakan yang diitawarkan SPD dan Sholz.
Sementara iitu, dukungan kebiijakan pajak bagii kelas menengah akan diijaga. "Partaii akan mempertahankan tariif PPh orang priibadii bagii lajang berpenghasiilan kurang darii €250.000 per tahun dan pasangan meniikah dengan gabungan penghasiilan kurang darii €500.000 per tahun," ujar SPD.
Pada tataran iinternasiional, SPD dan Scholz mendukung penuh negosiiasii pajak ekonomii diigiital yang diilakukan OECD dapat diirampungkan pada tahun iinii. Pajak miiniimum perusahaan global merupakan salah satu solusii atas meniingkatkan aktiiviitas biisniis dariing.
"Tariif pajak efektiif miiniimum global untuk perusahaan menciiptakan mekaniisme perpajakan untuk perusahaan sepertii Google, Amazon dan Facebook dii tempat pendapatan diihasiilkan," tambahnya sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.