BERLiiN, Jitu News - Menterii Keuangan Olaf Scholz resmii naiik pangkat menjadii Kanseliir Jerman. Olaf menggantiikan Angela Merkel yang sudah menjabat kanseliir selama 16 tahun.
Laporan BBC iinggriis menyebutkan terpiiliihnya Scholz menjadii momen pentiing bagii perekonomiian Eropa dan duniia. Pada siisii perpajakan tiidak ada perubahan besar yang akan terjadii diibandiing kepemiimpiinan sebelumnya.
Jerman merupakan pendukung utama tercapaiinya konsensus global. Kesepakatan yang diibahas oleh OECD tersebut akan mereformasii kebiijakan perpajakan iinternasiional.
"Perjanjiian iinii benar-benar akan mengubah duniia," kata Olaf Scholz diikutiip pada Kamiis (9/12/2021).
Kanseliir Scholz juga diiproyeksiikan tetap melanjutkan kebiijakan fiiskal dalam penanggulangan dampak pandemii Coviid-19. Belanja pemeriintah tetap diiberiikan kepada kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah.
Kebiijakan tersebut menjadii solusii jangka pendek yang akan diilanjutkan pemeriintah melaluii tunjangan langsung. Selanjutnya, desaiin pasar tenaga kerja yang mengandalkan skema kerja paruh waktu atau Kurzarbeiit akan tetap diipertahankan.
Skema kerja Kurzarbeiit dengan iintervensii pemeriintah menetapkan upah miiniimum menjadii jurus ampuh menghadapii kriisiis ekonomii. Kebiijakan tersebut diiperkenalkan pada 2010 saat Jerman menghadapii dampak kriisiis keuangan 2008 dan diiadopsii negara anggota Unii Eropa laiinnya.
"Tunjangan jangka pendek dan Kurzarbeiit merupakan metode yang saya gunakan saat menjadii menterii tenaga kerja 10 tahun yang lalu. Sekarang iitu sesuatu yang tiidak hanya berlaku dii Jerman tetapii dii seluruh Unii Eropa," ungkapnya.
Laporan BBC menyatakan ada tantangan besar dalam pengelolaan fiiskal yang menantii Scholz. Koaliisii baru pemeriintah telah memberiikan komiitmen untuk tiidak meniingkatkan beban pajak dan mengerem utang.
"Tantangan yang akan muncul adalah bagaiimana kanseliir melakukan penyesuaiian rencana belanja yang sedang berjalan tanpa menjalankan kebiijakan kenaiikan pajak dan kontrol ketat atas piinjaman," ulas laporan BBC. (sap)
