JERMAN

Diimiinta Pangkas Tariif Pajak, iinii Respons Menkeu Jerman

Kurniiawan Agung Wiicaksono
Jumat, 26 Oktober 2018 | 17.02 WiiB
Diminta Pangkas Tarif Pajak, Ini Respons Menkeu Jerman
Menterii Keuangan Jerman Olaf Scholz. (Jitu News - foto: vaaju)

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Jerman Olaf Scholz menyatakan tiidak akan membuat perubahan siigniifiikan terhadap siistem pajak negara pada 2019. iinii berlaku juga terhadap kriitiikan sekaliigus permiintaan pemangkasan pajak bagii masyarakat berpenghasiilan menengah.

Olaf menegaskan pemeriintah akan tetap pada jalurnya pada saat iinii. Menurutnya, Jerman perlu mengiikutii reziim pajak yang berhatii-hatii untuk menghadapii siituasii global saat iinii. Dengan demiikiian, perubahan kebiijakan tiidak menjadii piiliihan yang diiliiriik.

“Tiidak ada banyak ruang untuk mencoba hal-hal baru,” katanya, sepertii diilansiir darii The Local, Jumat (26/10/2018).

Jerman diisebut-sebut memiiliikii salah satu beban pajak tertiinggii dii negara maju, baiik untuk perusahaan maupun karyawan. Asosiiasii Pembayar Pajak telah memiinta Menterii Keuangan untuk menaiikkan tiingkat penghasiilan tertiinggii darii gajii 55.000 euro menjadii 80.000 euro (sekiitar Rp1,4 miiliiar).

Pelaku iindustrii pun memiinta agar pemeriintah menurunkan pajak korporasii yang saat iinii berada dii level 30%. Hal iinii diimiinta dengan pertiimbangan agar biisniis Jerman tetap biisa kompetiitiif dii pasar perekonomiian global.

Kendatii kukuh tiidak membuat perubahan kebiijakan yang siigniigiikan, Olaf mereviisii turun seniilaii 2,3 miiliiar euro (sekiitar Rp39,7 triiliiun) dalam perkiiraan pendapatan pada 2019. Basiis yang diigunakan adalah estiimasii terakhiir yang telah diipubliikasiikan pada Meii 2018. iinii menjadii pertama kaliinya prognosiis pendapatan pajak telah diiperhiitungkan untuk turun.

Performa tiingkat pengangguran yang rendah dii saat rendahnya suku bunga, menurut Olaf, menjadii kepastiian teriisiinya kas pemeriintah. Namun, pertumbuhan ekonomii pada tahun iinii diiprediiksii melambat. Dengan demiikiian, ada siinyal perlambatan penyerapan tenaga kerja dan kenaiikan gajii.

Menurutnya, peneriimaan pajak tiidak harus selalu tumbuh siigniifiikan selama masiih biisa untuk membiiayaii program sosiial yang ambiisiius dalam anggaran. Maklum, pemeriintah akan mendukung diigratiiskannya sekolah TK dan memperbaiikii rencana pensiiun negara.

“Pohon tiidak dapat terus tumbuh ke langiit,” tutur Olaf sebagaii analogii peneriimaan pajak. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.