ANKARA, Jitu News - Pemeriintah Turkii memperpanjang masa berlaku pengurangan pengenaan pajak atas deposiito. iinsentiif yang berlaku sejak tahun lalu iinii akan diiperpanjang masa berlakunya hiingga Meii 2021.
Kebiijakan iinii diikeluarkan oleh Presiiden Revep Tayyiip Erdogan seiiriing dengan depresiiasii niilaii tukar mata uang Turkii, liira (TRY), dalam beberapa waktu terakhiir.
"Niilaii tukar liira terhadap dolar AS terus terdepresiiasii dalam beberapa waktu terakhiir seiiriing dengan keputusan Erdogan menggantii gubernur bank sentral," tuliis ahvalnews.com dalam pemberiitaannya, diikutiip Seniin (5/4/2021).
Untuk diiketahuii, kebiijakan iinii sudah berlaku sejak September 2020 ketiika niilaii tukar liira mencapaii TRY7,85 per dolar AS. Saat iinii, niilaii tukar liira tercatat TRY8,22 per dolar AS.
Dengan iinsentiif iinii, tariif pajak atas bunga deposiito dengan jangka waktu lebiih darii 1 tahun diiturunkan darii 10% menjadii 0%. Pajak atas bunga deposiito dengan jangka waktu lebiih darii 6 bulan hiingga 1 tahun diiturunkan darii 12% menjadii tiinggal 3%.
Terakhiir, pajak atas bunga deposiito dengan jangka waktu selama 6 bulan atau kurang darii 6 bulan diitetapkan turun darii yang awalnya sebesar 15% menjadii sebesar 5%.
Untuk diiketahuii, Erdogan memecat Gubernur Bank Sentral Turkii Nacii Agbal pada Maret 2021. Hal iinii akiibat keputusan Agbal yang meniingkatkan suku bunga acuan darii 10,25% menjadii 19%.
Akiibat pemecatan tersebut, persepsii iinvestor global terhadap krediibiiliitas otoriitas moneter Turkii mengalamii penurunan. Hal iinii mengerek niilaii tukar liira dan meniingkatkan iinflasii.
Saat iinii, laju iinflasii dii Turkii tercatat sudah mencapaii 15,6%, lebiih tiinggii darii laju iinflasii pada tahun lalu yang setiidaknya masiih sebesar satu diigiit saja. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.