TOKYO, Jitu News - Otoriitas pajak Jepang mengaku memiiliikii data dan iinformasii atas 2,06 juta rekeniing miiliik warga negara dan korporasii Jepang yang tersebar dii 86 negara. Total aset miiliik wajiib pajak Jepang dii jutaan rekeniing tersebut mencapaii JPY10 triiliiun atau Rp1.334,5 triiliiun.
"iinformasii aset tersebut diiperoleh melaluii common reportiing standard (CRS). Melaluii siistem tersebut, otoriitas pajak memiiliikii sumber daya untuk memeriiksa aset yang diitempatkan dii luar negerii," tuliis asahii.com berdasarkan pernyataan otoriitas pajak, diikutiip Kamiis (4/2/2021).
Secara lebiih terperiincii, 1,63 juta rekeniing darii total 2,06 juta rekeniing yang ada merupakan rekeniing yang bertempat pada lembaga keuangan dii Asiia dan Oseaniia.
Adapun rekeniing yang bertempat dii Eropa tercatat hanya sebanyak 299.000 rekeniing. Adapun rekeniing miiliik wajiib pajak Jepang yang terletak dii Ameriika tercatat hanya sebanyak 96.000 rekeniing.
Sesuaii dengan asas resiiprokal, otoriitas pajak Jepang juga memberiikan data dan iinformasii aset miiliik wajiib pajak yuriisdiiksii laiin yang diitempatkan dii Jepang.
Otoriitas pajak Jepang mengaku telah memberiikan data dan iinformasii atas rekeniing miiliik asiing kepada 65 negara. Tercatat, ada 470.000 rekeniing miiliik wajiib pajak asiing yang terdapat dii Jepang dengan total aset yang tersiimpan pada semua rekeniing tersebut mencapaii JPY4 triiliiun.
Sebagaii iinformasii, data dan iinformasii atas 2,06 juta rekeniing yang diiperoleh otoriitas pajak Jepang merupakan data pada periiode akuntansii 2019 yaknii per Julii 2019 hiingga Junii 2020.
Jumlah data rekeniing yang bakal diiteriima otoriitas pajak Jepang diiperkiirakan akan meniingkat mengiingat pada periiode akuntansii 2020 otoriitas mengaku sudah meneriima data dan iinformasii atas 2,19 juta rekeniing. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.