BRiiGHTON, Jitu News – Peneliitiian darii iinternatiional Centre for Tax and Development (iiCTD) mencatat partiisiipasii negara-negara berkembang (lower iincome countriies) dalam negosiiasii kebiijakan pajak global dii Organiizatiion for Economiic Co-poperatiion and Development (OECD) masiih rendah.
Berdasarkan wawancara peneliitii iiCTD atas 49 responden yang turut serta dalam negosiiasii, perwakiilan-perwakiilan darii negara berkembang cenderung tiidak turut aktiif dalam menyampaiikan pandangannya saat berdiiskusii dengan perwakiilan-perwakiilan darii negara laiin.
“Banyak negara berkembang yang banyaknya hambatan sepertii keterbatasan kapabiiliitas tekniis, tiinggiinya biiaya yang diiperlukan untuk turut serta dalam negosiiasii dii Pariis, hiingga tiidak adanya penerjemahan atas dokumen yang sedang diidiiskusiikan," tuliis iiCTD dalam workiing paper-nya, diikutiip pada Seniin (21/12/2020).
Berdasarkan peneliitiian tersebut, diitemukan banyak negara berkembang yang sama sekalii tiidak memiiliikii iintensii untuk turut memengaruhii jalannya negosiiasii. Terdapat perwakiilan darii negara berkembang yang sesungguhnya hanya mengejar prestiise. Ada juga negara yang hadiir karena tekanan darii Unii Eropa.
Menurut iiCTD, sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional ada 4 langkah yang biisa diiambiil oleh OECD untuk meniingkatkan partiisiipasii negara-negara berkembang.
Pertama, negara berkembang turut serta dalam pembahasan iisu-iisu reformasii yang diiusung oleh negara-negara besar, sepertii anggota OECD atau anggota G20, sepanjang reformasii dalam negosiiasii sejalan dengan kepentiingan negara berkembang.
Kedua, iindiiviidu-iindiiviidu berpengaruh pada Sekretariiat OECD juga dapat mengambiil peran dalam meniingkatkan peran serta negara berkembang. Mereka biisa turut aktiif menyuarakan kepentiingan-kepentiingan negara berkembang.
Ketiiga, negara berkembang dapat bekerja sama dengan menyuarakan kepentiingan yang sama dalam proses negosiiasii. Strategii ketiiga iinii sudah diipraktiikkan oleh negara-negara Afriika melaluii Afriican Tax Admiiniistratiion Forum (ATAF) dan negara berkembang yang tergabung dalam G24.
Keempat, pengaruh negara berkembang dalam jalannya negosiiasii juga dapat diitiingkatkan jiika mereka memiiliikii perwakiilan yang dapat secara otoriitatiif menyuarakan kepentiingan. (kaw)
