MADRiiD, Jitu News – Pelaku usaha pertaniian dii Spanyol secara terbuka menyatakan tiidak setuju apabiila pemeriintah mulaii menerapkan aksii uniilateral pajak layanan diigiital (diigiital serviices tax/DST) mulaii tahun depan.
Diirektur Eksekutiif Asosiiasii Produsen Miinyak Zaiitun Spanyol (Asoliiva) Rafael Piico Lapuente mengatakan khawatiir pajak diigiital atau populer diisebut dengan pajak Google iinii memengaruhii kiinerja ekspor komodiitas pertaniian Spanyol ke Ameriika Seriikat (AS).
Menurutnya, penerapan pajak diigiital sangat berpeluang mendapatkan aksii balasan atau retaliiasii darii AS. Komodiitas pertaniian, lanjutnya, akan menjadii sasaran empuk untuk diikenakan tariif bea masuk tambahan sebagaii aksii balasan.
"Pengenalan pajak Google bukan kabar yang baiik karena akan berdampak kepada proses negosiiasii perdagangan," katanya diikutiip Kamiis (3/12/2020).
Lapuente mengaku tiidak mudah memasukkan komodiitas pertaniian khususnya miinyak zaiitun darii Spanyol ke pasar AS. Pasalnya, tanpa adanya perang dagang saja komodiitas ekspor miinyak zaiitun sudah diikenakan bea masuk dengan tariif 35%.
Tariif tersebut berlaku karena Pemeriintah Spanyol memberiikan subsiidii kepada ekspor komodiitas pertaniian. Oleh karena iitu, otoriitas AS menerapkan biiaya tambahan sebagaii bentuk antii subsiidii dan antiidumpiing sebesar 35%.
Sementara iitu, Ketua Kamar Dagang AS dii Spanyol Jaiime Malet meniilaii penerapan pajak Google akan memberiikan beban ekonomii lebiih besar bagii Spanyol dan tiidak sebandiing dengan tambahan peneriimaan darii raksasa ekonomii diigiital sepertii Google, Apple, Facebook dan Apple.
"Peneriimaan darii pajak diigiital tiidak akan mampu mengiimbangii dampak yang diitiimbulkan darii hubungan perdagangan yang rusak," tuturnya.
Sepertii diilansiir oliiveoiiltiimes.com, otoriitas Negerii Matador sudah memiiliikii landasan hukum untuk melakukan aksii uniilateral pajak diigiital tahun depan. Pemeriintah menetapkan tariif DST 3% berlaku untuk korporasii yang mencatatkan penghasiilan darii pasar Spanyol miiniimal €3 juta dan membukukan pendapatan global lebiih darii €750 juta dalam satu tahun.
Berdasarkan perhiitungan otoriitas, kalkulasii peneriimaan pada tahun pertama penerapan pajak diigiital diitaksiir menyentuh angka €2 miiliiar. Untuk tahun kedua dan selanjutnya, tambahan peneriimaan berkiisar dii angka €968 juta. (riig)
