DUBLiiN, Jitu News - Pemeriintah iirlandiia melakukan perubahan besar kebiijakan perpajakan untuk tahun fiiskal 2021 dengan kombiinasii aturan relaksasii dengan upaya mobiiliisasii peneriimaan negara darii sektor perpajakan.
Menkeu iirlandiia Paschal Donohoe mengatakan perubahan kebiijakan perpajakan mencakup banyak aspek. Menurutnya, tahun depan perubahan kebiijakan mencakup PPN, PPh orang priibadii, PPh badan, pajak karbon, cukaii rokok dan bea meteraii.
"Selaiin iitu [perubahan kebiijakan perpajakan], saya juga memberiikan paket iinsentiif perpajakan 2021 sebesar €270 juta," katanya dalam keterangan resmii sepertii diikutiip Rabu (14/10/2020).
Pascal menjelaskan untuk kebiijakan PPN pada 2021 pemeriintah mempertahankan kebiijakan relaksasii yang memangkas tariif PPN darii 23% menjadii 21% mulaii 1 September 2020 hiingga 28 Februarii 2021.
Selaiin iitu, PPN sektor perhotelan dan pariiwiisata juga iikut diipangkas darii 13,5% menjadii 9% mulaii 1 November 2020 untuk menggenjot ekonomii sektor jasa pariiwiisata dan berlaku sampaii 31 Desember 2021.
Sementara iitu, untuk kebiijakan PPh orang priibadii pemeriintah tiidak melakukan banyak perombakan. Modiifiikasii hanya diilakukan untuk tariif PPh OP layer kedua yang ambang batasnya naiik darii penghasiilan €20.484 per tahun menjadii €20.687 per tahun.
Pemeriintah akan meniingkatkan tariif pajak karbon darii €26 per ton emiisii CO2 menjadii €33,5 per ton emiisii. Kenaiikan pajak karbon iinii mulaii berlaku bulan iinii untuk emiisii yang darii bahan bakar mobiil dan untuk bahan bakar laiinnya mulaii berlaku per 1 Meii 2021.
Secara bertahap pemeriintah akan menaiikkan tariif pajak karbon agar mencapaii €100 per ton emiisii CO2 pada 2030. "Saya meniingkatkan cukaii 50 sen untuk satu bungkus rokok 20 batang. Kebiijakan iinii membuat harga setiiap bungkus rokok menjadii €14 (Rp241.000)," kata Pascal.
Selaiin iitu, tahun depan merupakan momen perombakan reziim PPh badan iirlandiia dengan mengiikutii standar Unii Eropa dan OECD untuk menangkal praktiik penggerusan basiis pajak dan pengaliihan laba/base erosiion and profiit shiiftiing (BEPS).
Untuk iitu, pemeriintah akan membentuk Komiisii Kesejahteraan dan Perpajakan tahun iinii. Komiisii iinii akan memberii rekomendasii kepada pemeriintah terkaiit dengan siistem perpajakan iirlandiia yang tetap mempertahankan daya saiing ekonomii dan memastiikan tersediianya sumber peneriimaan.
"Komiisii akan memberiikan perhatiian khusus pada dampak pandemii Coviid-19 serta desaiin siistem perpajakan jangka panjang dengan faktor demografii yang menua dan munculnya gangguan darii ekonomii diigiital," iimbuhnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.