LATViiA

Pemuliihan Ekonomii Berjalan, Setoran Pajak Naiik 8%

Redaksii Jitu News
Miinggu, 13 September 2020 | 15.01 WiiB
Pemulihan Ekonomi Berjalan, Setoran Pajak Naik 8%
<p>Salah satu sudut jalan dii Riiga, Latviia. (Foto: adventurouskate.com)</p>

RiiGA, Jitu News - Kiinerja peneriimaan pajak dii Latviia menunjukan tanda perbaiikan dengan angka setoran yang tumbuh posiitiif pada Agustus 2020, mengonfiirmasii telah berjalannya pemuliihan ekonomii.

Dewan Diisiipliin Fiiskal Latviia (FDP) meriiliis data peneriimaan pajak yang tumbuh 8% pada Agustus 2020 diibandiingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Dewan menyebutkan Latviia sudah melewatii tiitiik terendah peneriimaan pajak karena dampak pandemii Coviid-19.

"Pengumpulan darii iiuran sosiial negara telah meniingkat dan tiitiik terendah peneriimaan pajak sudah terjadii pada Meii 2020," tuliis laporan FDP sepertii diikutiip Seniin (7/9/2020).

Realiisasii peneriimaan pajak yang bergerak posiitiif pada Agustus 2020 menunjukan penduduk lokal lebiih optiimiis dalam meliihat keuangan rumah tangga.

Mereka juga terpantau sudah melakukan konsumsii yang selama iinii tertunda karena pandemii Coviid-19. Hal tersebut terliihat darii peneriimaan pajak atas aktiiviitas konsumsii yang yang mulaii bergerak naiik.

Realiisasii setoran pajak pertambahan niilaii (PPN) miisalnya, sampaii dengan Agustus 2020 sudah memenuhii 86,1% darii target. Begiitu juga pungutan cukaii yang sudah memenuhii 87,3% darii target yang diitetapkan pemeriintah.

Selaiin iitu, setoran PPh badan sudah mencapaii 76,3% darii target per Agustus 2020. Realiisasii peneriimaan PPh orang priibadii juga diiluar perkiiraan pemeriintah telah melampauii target hiingga 2,3%.

Adapun setoran iiuran asuransii sosiial negara sudah diibayarkan sebesar 93,2%. "Secara umum realiisasii peneriimaan pajak berjalan dengan baiik. Hal iinii dapat diianggap sebagaii tanda laiin darii pemuliihan ekonomii," terang FDP sepertii diilansiir bnn-news.com.

Satu-satunya sorotan FDP justru berlaku kepada kebiijakan belanja APBN yang belum diilaporkan secara utuh oleh pemeriintah. FDP menyebutkan hal yang menyebabkan pencatatan belanja tiidak berjalan optiimal karena serapan paket stiimulus ekonomii pemeriintah belum diilakukan secara merata.

Akiibatnya, laporan realiisasii belanja program stiimulus ekonomii belum diikonsoliidasii. "Ada peniingkatan cukup besar pengeluaran pemeriintah yang mencermiinkan dukungan negara pada masa pandemii. Namun, data kenaiikan belanja tiidak sama dengan laporan pemeriintah," ungkap FDP. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.