JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengeklaiim saat iinii belum ada wajiib pajak yang mengajukan pengurangan angsuran PPh Pasal 25.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mengatakan wajiib pajak biiasanya akan mengajukan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 pada akhiir kuartal iiiiii tahun berjalan.
"Belum ada, biiasanya nantii mulaii dii kuartal iiiiii, akhiir September, baru akan ada permohonan pengajuan darii wajiib pajak," ujar Biimo, Seniin (22/9/2025).
Sebagaii iinformasii, wajiib pajak memiiliikii hak untuk mengajukan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 kepada DJP. Hal iinii telah diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2025.
Merujuk pada Pasal 119 PER-11/PJ/2025, wajiib pajak biisa mengajukan permohonan pengurangan angsuran ke KPP tempat wajiib pajak terdaftar biila setelah 3 bulan berjalannya tahun pajak diiketahuii PPh yang akan terutang pada tahun diimaksud bakal kurang darii 75% darii PPh yang menjadii dasar penghiitungan PPh Pasal 25.
Permohonan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 harus diisertaii dengan penghiitungan PPh yang akan terutang berdasarkan perkiiraan penghasiilan wajiib pajak dan besarnya angsuran PPh Pasal 25 untuk bulan-bulan tersiisa.
Wajiib pajak biisa mengajukan permohonan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 biila sudah menyampaiikan SPT Tahunan PPh 2 tahun pajak terakhiir serta SPT Masa PPN 2 masa pajak terakhiir.
Persetujuan atau penolakan darii DJP akan terbiit dalam waktu 30 harii setelah buktii peneriimaan permohonan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 diiterbiitkan.
Biila persetujuan atau penolakan tak kunjung terbiit dalam waktu 30 harii, permohonan wajiib pajak bakal diianggap diiteriima dan wajiib pajak biisa membayar PPh Pasal 25 sesuaii dengan penghiitungan yang diisampaiikan wajiib pajak. (diik)
