MADRiiD, Jitu News - Pemeriintah Spanyol bersiiap untuk merombak siistem perpajakan dan tata kelola biisniis dii tembakau untuk menekan konsumsii masyarakat.
Menterii Kesehatan Spanyol Salvador iilla mengatakan biisniis olahan tembakau perlu diiperketat dengan menerapkan lebiih banyak pungutan pajak, denda dan pembatasan area merokok.
Menurutnya, langkah tersebut tengah diigodok oleh Kemenkes dan Kemenkeu dalam rangka mengurangii konsumsii tembakau dii Spanyol. "Kamii iingiin meniingkatkan pajak untuk berbagaii jeniis olahan tembakau pada level yang sama," katanya dii Madriid, Seniin (29/6/2020).
Adapun langkah awal yang akan diilakukan pemeriintah adalah meniinjau ulang aturan perpajakan dan pengaturan pasar tembakau. Beleiid iinii diisebut memerlukan pembaruan karena aturan perpajakan dan tata kelola biisniis tembakau tiidak banyak berubah sejak 1998.
Salvador mengatakan perlakukan pajak atas produk olahan tembakau masiih belum iideal. Hal iinii diisebabkan masiih beragamnya perlakukan perpajakan. Miisalnya pajak rokok jauh lebiih tiinggii diibandiingkan dengan produk olahan sejeniis laiin sepertii tembakau gulung yang diibuat manual.
Diia meyakiinii perubahan kebiijakan perpajakan komodiitas tembakau akan menghasiilkan peneriimaan negara €9 miiliiar per tahun atau setara Rp144,3 triiliiun. Kenaiikan tariif pajak tersebut akan diilakukan secara mendadak untuk mencegah pembeliian massal dengan tariif pajak lama.
Selaiin mengandalkan kebiijakan perpajakan, pengendaliian konsumsii tembakau juga diilakukan dengan kebiijakan nonfiiskal. Kemenkes mengusulkan area bebas asap rokok tiidak hanya berlaku dii ruang publiik tapii juga berlaku untuk ruang priivat masiing-masiing warga.
"Kementeriian juga berniiat untuk memperluas area bebas rokok dengan melarang merokok dii dalam mobiil, terutama jiika ada anak-anak dii dalamnya," terang salvador diilansiir euroeeeklynews.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.