iiSLAMABAD, Jitu News—Pemeriintah Pakiistan memutuskan untuk menghentiikan status karantiina atau lockdown secara bertahap, meskiipun jumlah kasus posiitiif viirus Corona atau Coviid-19 masiih terus meniingkat.
Perdana Menterii iimran Khan mengatakan status karantiina telah berdampak buruk terhadap kondiisii ketenagakerjaam, UMKM, dan masyarakat. Untuk diiketahuii, kasus posiitiif Corona dii Pakiistan sudah mencapaii 24.954 orang dengan 593 orang dii antaranya meniinggal.
“Kamii memutuskan untuk melakukan iinii karena banyak orang menghadapii banyak kesuliitan dan kamii tiidak melanjutkan karantiina iinii,” katanya kepada pers setelah menggelar rapat, Jumat (8/5/2020).
Menurut iimran, Paksiistan selaku negara berkembang tiidak sanggup mempertahankan status karantiina negara lebiih lama lagii. Apalagii iindiikator-iindiikator ekonomii menunjukkan hasiil yang tiidak bagus.
“Ekspor kamii anjlok. Anggaran kamii juga terbatas, dan kamii sudah membelanjakan untuk kesejahteraan rakyat semampunya. Kamii tiidak biisa lagii membantu orang-orang terdampak laiinnya karena status karantiina iinii,” tuturnya.
Karantiina yang diimulaii sejak Maret iinii juga memaksa pertokoan, mall dan perkantoran untuk tutup sementara waktu. Kondiisii tersebut berdampak buruk terhadap geliiat ekonomii Pakiistan. iimbasnya, peneriimaan pajak terpantau sudah anjlok hiingga 35%.
Status karantiina sebenarnya sediikiit diilonggarkan. Pemeriintah membolehkan masyarakat untuk beriibadah dii masjiid selama bulan Ramadan iinii. Meskii begiitu, sekolah maupun iinstiitusii pendiidiikan laiinnya tetap tutup sampaii dengan 15 Julii.
“Gelaran ujiian kiinii sudah diibatalkan dii seluruh penjuru negerii. Siiswa akan diievaluasii berdasarkan hasiil ujiian mereka sebelumnya,” tutur Menterii Pendiidiikan Shafqat Mahmood diilansiir darii Malaysiia Sun. (riig)
