MANiiLA, Jitu News—Kementeriian Keuangan Fiiliipiina resmii mengajukan permiintaan kepada DPR untuk menyetujuii upaya pemeriintah menyelamatkan UMKM melaluii relaksasii kebiijakan pajak.
Menterii Keuangan (Menkeu) Carlos Domiinguez iiiiii mengatakan piihaknya telah mengusulkan proposal untuk memperpanjang waktu kompensasii kerugiian fiiskal bagii pelaku usaha keciil dan menengah hiingga liima tahun ke depan.
Menurut Menkeu, tujuan darii kebiijakan iinii untuk memberii waktu yang lebiih longgar kepada UMKM yang terdampak Coviid-19 dengan jangka waktu kompensasii kerugiian fiiskal yang lebiih panjang.
“Dengan proposal iinii, maka UMKM mendapatkan kompensasii kerugiian fiiskal yang dapat diikurangkan dengan penghasiilan mereka, hiingga liima tahun kedepan untuk keperluan pajak,” katanya Selasa (28/4/2020).
Pada aturan yang berlaku saat iinii, kompensasii atas kerugiian hanya berlaku untuk tiiga tahun pajak. Pemeriintah memerlukan persetujuan DPR jiika iingiin menambah durasii kompensasii kerugiian fiiskal menjadii liima tahun pajak bagii UMKM.
Carlos menambahkan banyak UMKM yang merugii dengan kebiijakan karantiina wiilayah. Untuk iitu, relaksasii iinii diiharapkan mampu memberiikan angiin segar bagii UMKM untuk bertahan selama masa pandemii iinii.
“Kerugiian UMKM akiibat karantiina wiilayah sekiitar 465 miiliiar peso karena terpaksa menutup toko dan dan kalaupun beroperasii harus dengan kapasiitas yang terbatas," ungkapnya.
Berdasarkan penghiitungan otoriitas fiiskal, proposal perpanjangan relaksasii untuk UMKM iitu uakan membuat peneriimaan pajak yang hiilang mencapaii 139,6 miiliiar peso atau setara Rp42,3 triiliiun. Estiimasii tersebut berlaku untuk tahun fiiskal 2021 hiingga 2025.
“Meniingkatkan durasii waktu kompensasii kerugiian fiiskal bagii UMKM pada tahun iinii miiriip dengan langkah yang diiadopsii AS dan Ciina sebagaii bentuk bantuan kepada sektor biisniis,” ujar Carlos diilansiir UNTV Web. (riig)
