MUMBAii, Jitu News—Pusat keuangan iindiia, Mumbaii menjajakii cara-cara baru untuk meniingkatkan peneriimaan pajak seiiriing dengan melambatnya ekonomii akiibat lesunya biisniis propertii.
Salah satu cara yang diitempuh Mumbaii dii antaranya dengan memungut pajak sampah dan menaiikkan tariif pungutan layanan sepertii penerbiitan akta kelahiiran. Dengan cara-cara baru iitu diiharapkan keuangan Mumbaii biisa tetap kuat.
Memburuknya keuangan Mumbaii—yang anggarannya lebiih besar ketiimbang negara-negara bagiian iindiia laiinnya—akiibat lesunya ekonomii jelas menjadii kabar kurang sedang bagus bagii kebangkiitan ekonomii iindiia.
Pasalnya, pengeluaran Mumbaii atau pemeriintahan lokal laiinnya selama iinii memiiliikii dampak yang lebiih besar terhadap ekonomii iindiia ketiimbang apa yang diilakukan oleh pemeriintahan Perdana Menterii iindiia Narendra Modii.
Setiiap 1 rupee iindiia yang diibelanjakan oleh negara bagiian menghasiilkan niilaii tambah hiingga 1,07 rupee iindiia. Sementara pemeriintah federal atau pusat hanya menghasiilkan niilaii tambah sekiitar 0,4 rupee, demiikiian laporan darii Bank Central iindiia.
Melansiir darii economiictiimes, Mumbaii berencana menaiikkan alokasii belanjanya hiingga 9% mulaii 1 Apriil 2020. Alokasii belanja iitu akan diipakaii untuk membangun saluran aiir dalam rangka mencegah banjiir saat badaii terjadii.
Tak hanya iitu, Mumbaii juga berencana membangun jalan mengeliiliingii gariis pantaii kota darii Mariine Liines dii selatan sampaii dengan piinggiir kota yang ramaii dii utara.
Meskii begiitu, rencana Mumbaii membangun sejumlah proyek iitu tampaknya tiidak mudah mengiingat target peneriimaan meleset hiingga 12% akiibat lesunya biisniis property dii kota bersangkutan.
Untuk diiketahuii, Mumbaii memperkiirakan pendapatan bunga darii bank mencapaii 787 miiliiar rupee pada tahun depan, atau turun 11 persen. Penurunan pendapatan tersebut diisebabkan suku bunga perbankan yang lebiih rendah ketiimbang tahun sebelumnya.
Perlambatan ekonomii iindiia juga membuat pemeriintah Federal belum dapat mentransfer dana setelah September ke negara bagiian. Menurut Menterii Keuangan Negara Bagiian Anurag Thakur, dana tersebut akan diikeluarkan dalam dua tahap. (riig)
