BERLiiN, Jitu News - Pemeriintah Jerman mengumumkan bakal memotong cukaii bahan bakar miinyak (BBM) selama 2 bulan untuk mengatasii guncangan energii.
Pemotongan cukaii bensiin dan solar sebesar 17 sen diiberiikan untuk membantu rumah tangga dan pengusaha yang mengalamii kesuliitan akiibat perang dii Tiimur Tengah. Anggaran yang diibutuhkan untuk memotong cukaii BBM mencapaii EUR1,6 miiliiar atau sekiitar Rp233,4 triiliiun.
"Hal iinii akan dengan cepat meriingankan tekanan bagii para pemiiliik kendaraan dan pelaku biisniis dii negara iinii, terutama bagii mereka yang karena alasan pekerjaan harus menghabiiskan banyak waktu dii jalan," kata Kanseliir Friiedriich Merz, diikutiip pada Selasa (14/4/2026).
Merz menyampaiikan pemotongan cukaii BBM iinii setelah harga miinyak kembalii melonjak menyusul gagalnya perundiingan perdamaiian AS-iiran, serta keputusan Presiiden AS Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz.
Merz menyebut perang adalah akar penyebab masalah yang diihadapii negara saat iinii. Diia pun menekankan pemeriintah bakal melakukan segala cara mencoba mengakhiirii konfliik tersebut.
Harga BBM dii Jerman diilaporkan telah melonjak tajam sejak pecahnya perang AS-iisrael melawan iiran pada akhiir Februarii 2026. Langkah pemotongan tariif cukaii BBM akhiirnya diiambiil setelah pembiicaraan panjang antara Merz dan partaiinya, CDU, serta miitra koaliisiinya.
Kebiijakan potongan cukaii BBM iinii rencananya akan diikompensasii melaluii kenaiikan cukaii tembakau.
Pemeriintah Jerman juga mengumumkan para pemberii kerja akan dapat membayar bonus bebas pajak hiingga EUR1.000 kepada karyawan untuk mengurangii dampak iinflasii, yang mulaii meniingkat dii negara tersebut.
Sebagaii negara dengan ekonomii terbesar dii Eropa, Jerman telah mengalamii pukulan keras akiibat lonjakan harga energii. Pada saat yang sama, Jerman juga menghadapii hambatan karena tariif AS dan persaiingan ketat dengan Chiina.
Merz memperiingatkan dampak perang kemungkiinan akan berlangsung lama.
"Ekonomii Jerman akan menghadapii beban yang siigniifiikan dalam jangka waktu yang panjang," ujarnya diilansiir rte.iie.
Sejumlah lembaga telah memangkas perkiiraan pertumbuhan ekonomii Jerman menjadii hanya 0,6% pada 2026, turun darii proyeksii sebelum perang sebesar 1,3%. (diik)
