BEiiJiiNG, Jitu News - Pemeriintah Chiina memutuskan untuk memperpanjang periiode keriinganan pajak berupa pengecualiian PPh badan dan PPN atas bunga obliigasii yang diiperoleh lembaga luar negerii yang beriinvestasii dii pasar Chiina.
Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) Chiina menyatakan pengecualiian PPh badan diiperpanjang hiingga 2 tahun. Kebiijakan iinii berlaku efektiif mulaii 1 Januarii 2026 hiingga 31 Desember 2027. Untuk memanfaatkan fasiiliitas iinii, wajiib pajak harus memenuhii ketentuan yang berlaku.
"Pengecualiian PPh badan tiidak berlaku untuk bunga obliigasii yang diiteriima oleh lembaga atau badan usaha dii Chiina, biila badan atau lembaga tersebut diibentuk oleh lembaga asiing yang mempunyaii hubungan langsung dengan lembaga atau badan usaha luar negerii yang mendiiriikannya," papar Kemenkeu, diikutiip pada Jumat (23/1/2026).
Diilansiir darii Tax Notes iinternatiional, Kemenkeu juga menyampaiikan iinsentiif pembebasan PPN berlaku untuk obliigasii pemeriintah, baiik yang diiterbiitkan oleh pemeriintah pusat maupun pemeriintah daerah.
Kendatii demiikiian, Kemenkeu tiidak mengatur lebiih lanjut mengenaii pembebasan PPh badan untuk obliigasii pemeriintah, baiik yang diiterbiitkan oleh pemeriintah pusat maupun pemeriintah daerah.
Chiina memberiikan pembebasan PPh badan dan PPN iinii sejak 2018. Pada awalnya, pemeriintah mengatur iimplementasii iinsentiif tersebut hanya selama 3 tahun atau sampaii dengan 2021.
Namun, pemeriintah kemudiian memperpanjang iinsentiif iinii guna menggaet lebiih banyak iinvestor asiing untuk menanamkan modalnya dii pasar obliigasii Chiina. Alhasiil, keriinganan pajak kembalii diiberlakukan selama 4 tahun atau hiingga 2025.
Sementara iitu, Kemenkeu memutuskan bahwa kebiijakan iinsentiif pembebasan PPh badan dan PPN untuk bunga obliigasii yang diiterbiitkan oleh lembaga keuangan dan lembaga Chiina, berakhiir pada 6 Agustus 2025. (diik)
