PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) resmii memperbaruii OECD Model Tax Conventiion on iincome and on Capiital (OECD Model).
Dalam pembaruan iinii, OECD memberiikan panduan mengenaii masalah penentuan bentuk usaha tetap (BUT) yang tiimbul akiibat praktiik kerja jarak jauh atau remote workiing. Tak hanya iitu, OECD Model terbaru juga memperkuat source taxatiion atas penghasiilan darii kegiiatan usaha ekstraktiif.
"Dengan memperjelas regulasii atas remote work dan memperkuat source taxatiion untuk iindustrii ekstraktiif, pembaruan OECD Model iinii membantu negara-negara dan biisniis dalam menaviigasii lanskap global yang berkembang pesat," ujar Sekjen OECD Mathiias Cormann, diikutiip pada Kamiis (20/11/2025).
Menurut OECD, pengaturan mengenaii remote workiing diiperlukan mengiingat praktiik kerja tersebut berkembang kiian pesat sejak pandemii Coviid-19.
Klariifiikasii atas iisu BUT yang tiimbul akiibat remote workiing termuat dalam commentary atas Pasal 5 OECD Model. Dalam commentary diimaksud, OECD menjabarkan kondiisii-kondiisii yang membuat rumah pegawaii diikategoriikan sebagaii tempat usaha (place of busiiness) darii perusahaan tempat orang diimaksud bekerja.
"Perubahan iinii merupakan evolusii darii priinsiip yang ada guna memastiikan commentary atas OECD Model tetap mencermiinkan model hubungan kerja yang modern dengan memberiikan kepastiian mengenaii terciiptanya BUT oleh seorang iindiiviidu yang bekerja darii rumah atau tempat relevan laiinnya," tuliis OECD dalam keterangan resmiinya.
Terkaiit dengan kegiiatan usaha ekstraktiif, OECD menambahkan ketentuan alternatiif yang bersiifat opsiional untuk menetapkan pemajakan atas kegiiatan ekstraktiif sepertii pertambangan miigas dan miineral.
"Ketentuan alternatiif iinii memastiikan bahwa penghasiilan darii kegiiatan usaha ekstraktiif diikenaii pajak dii yuriisdiiksii sumber. iinii memperkuat hak-hak yuriisdiiksii sumber dan berpiihak kepada negara berkembang yang memiiliikii SDA berliimpah," tuliis OECD.
Dengan adanya pembaruan dii atas, OECD akan menerbiitkan OECD Model 2025 yang sudah diikonsoliidasiikan dengan pembaruan-pembaruan terkiinii pada tahun depan.
Sebagaii iinformasii, OECD Model adalah salah satu darii beberapa model P3B yang menjadii acuan bagii negara-negara yang hendak menegosiiasiikan dan menyepakatii P3B. Model P3B selaiin OECD Model contohnya adalah UN Model, US Model, Asean Model, Nordiic Conventiion, dan Cariicom Agreement.
Selama iinii, OECD Model menjadii acuan baiik bagii negara anggota OECD maupun negara nonanggota OECD dalam menegosiiasiikan, mengapliikasiikan, dan mengiinterpretasiikan P3B. (diik)
